Jalan Objek Wisata Otak Kokok Joben Memprihatinkan

Jalan Objek Wisata Otak Okok Joben Memprihatinkan
JALAN RUSAK: Ruas jalan di Pringgajurang Utara, Montong Gading, yang rusak parah, dan dilakukan penanaman pisang oleh masyarakat setempat, karena tak kunjung diperbaiki. (IST FOR RADAR LOMBOK)

SELONG—Masyarakat Desa Pringgajurang Utara, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur, mengeluhkan akses jalan di daerahnya yang rusak parah. Padahal, jalan yang rusak ini adalah akses menuju lokasi objek wisata Otak Kokok Joben.

Salah satu warga setempat, Syamsul Watoni mengatakan, kerusakan jalan wisata Joben ini sudah belasan tahun, namun tak pernah mendapat perhatian dari pemerintah. Apalagi ketika musim hujan, jalan bahkan tak bisa dilalui masyarakat. “Kondisi jalan yang rusak ini akan lebih parah lagi kalau musim hujan. Sehingga kami butuh belas kasihan,” katanya Senin kemarin (9/10).

Disampaikan, tahun 2014 yang lalu, masyarakat pernah melakukan hearing ke DPRD Lombok Timur, untuk meminta jalan diperbaiki. Namun pemerintah hanya melakukan perbaikan diujungnya saja, dan tidak dikerjakan sampai ke lokasi pariwisata.

“Kemudian pada tahun 2016, Bupati juga pernah melakukan Safari Ramadan di Kampung Bangle, dan menyampaikan akan memperbaiki jalan di tiga desa, termasuk salah satunya Desa Pringgajurang Utara. Tapi sampai saat ini belum ada buktinya,” keluhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga PUPR Lotim, Dedi Irawan mengatakan, jalan ini sebagian sudah di hotmix. Hanya saja terhenti pengerjaannya, karena ada pemikiran hendak dilebarkan sekitar 14 meter. Dimana sosialisasi atas jalan itu juga sudah dilakukan kepada masyarakat. ”Bukan tidak ada perhatian pemerintah, tapi (memang) butuh waktu,” ujarnya.

Dijelaskan, jalan yang rusak itu panjangnya sekitar 7,3 kilometer. Namun yang sudah ditangani oleh pemerintah sebanyak 4,32 kilometer. Sehingga jalan yang belum diperbaiki  panjangnya masih tersisa sekitar 3,06 kilometer. Kelanjutan perbaikan jalan ditargetkan rampung pada tahun 2018 mendatang. “Semoga tahun 2018 nanti jalan-jalan yang rusak bisa dituntaskan,” katanya.

Selain itu tambahnya, saat ini pemerintah sedang memprioritaskan jalan-jalan yang bisa mendorong peningkatan ekonomi. Hanya saja untuk akses-akses jalan menuju obyek pariwisata, jalannya akan dikerjakan oleh pemerintah provinsi.

”Ada dua wilayah pariwisata Lombok Timur, yaitu Jerowaru dan daerah utara yang akan menjadi penunjang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, sehingga jalan-jalan ini dikerjakan oleh provinsi,” sebut Dedi. (cr-wan)