Jalan Lendang Beduri Kembali Rusak

Jalan Lendang Beduri
JALAN RUSAK: Meski baru dilakukan perbaikan, jalan lingkar Lendang Beduri-Tanjung kini kembali rusak dan berlubang-lubang setelah digerus luapan air hujan. Sehingga membahayakan para pengendara yang melintas. (GAZALIE/RADAR LOMBOK)

SELONG—Belum lama selesai dikerjakan, jalan lingkar Lendang Beduri-Tanjung kembali mengalami kerusakan. Meski sebelumnya telah dilakukan perbaikan, namun ketika diguyur hujan, ruas jalan itu kembali berlubang-lubang karena digerus air. Kondisi ini bahkan membuat warga terpaksa memasang palang kayu di tengah jalan, untuk menghindari terjadinya kecelakaan.

Kerusakan yang terjadi secara berulang kali, diduga tak lain disebabkan karena kualitas pengerjaan yang tidak bagus. Kondisi ini menyebabkan pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lotim menuai kritik dari sejumlah pihak.

Termasuk dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. “Lebih parah lagi, konsultan pembangunan jalan hotmix tidak ada drainase. PU-nya kemana?” kata Ketua DPRD Lotim, Khairul Rizal, Jumat (21/4).

Menurutnya, kerusakan yang terjadi dipicu karena sepanjang ruas jalan itu tidak dibuatkan drainase. Sehingga ketika hujan datang, air pun akan meluap memenuhi badan jalan, yang kemudian menggerus aspal jalan. Terlebih lagi, kualitas jalan terbilang masih jauh dari spesifikasi.

Selain kritikan untuk PU, pihak kontraktor yang mengerjakan jalan itu juga tak luput dari sorotan Ketua Dewan Lotim ini. Rizal menduga pihak pemborong yang mengerjakan jalan ini kemungkinan bermain di pondasi. “Ketebalan pondasi tidak sesuai dengan Bestek. Lintas pemadatan pondasi dan kualitas Sirtu juga tidak sesuai dengan spesifikasi,” ungkapnya.

Jika drainase dan yang lainnya pengerjaanya tidak sesuai dengan ketentuan, maka jalan itu pasti akan cepat mengalami kerusakan, meskipun  kualitas aspal yang digunakan bagus. “Dalam tahapan perencanaan, seharusnya drainase didahulukan sebelum di aspal,” ungkapnya.

Dikatakan, Jalan Lendang Beduri ini belum terlalu menjadi prioritas, mengingat kondisi jalan masih sepi dilintasi kendaraan. Seharusnya  yang terlebih dahulu diprioritaskan yaitu pembangunan drainase. “Saya lihat tahap perencanaannya  yang masih lemah,” tutup Rizal.

Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Lotim, Dedi Iriawan mengaku kalau dalam perencanaan pengerjaan Hotmix menjadi prioritas utama. Sementara untuk penanganan pengerjaan minor, seperti saluran irigasi, talud dan rabat beton, hanya dikerjakan di dilokasi tertentu yang statusnya kritis. Ini dilakukan, mengigat keterbatasan anggaran.

“Jika kita melakukan perencanaan yang ideal atau Hotmix lengkap, dengan saluran dan talut. Maka kita akan mendapatkan volume Hotmix yang sedikit,” tutupnya. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid