Jaksa di Kejati NTB Dilantik Jadi Inspektur Inspektorat Lobar

DILANTIK: Bupati Lobar H. Fauzan Khalid melantik Inspektur Inspektorat Lobar yang baru, Hademan. (Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Jaksa Utama Pratama Kejaksaan Tinggi  (Kejati NTB), Hademan, dilantik sebagai inspektur Inspektorat Lobar oleh Bupati H. Fauzan Khalid, Senin (3/5). Hademan dilantik setelah  mengikuti tahapan seleksi jabatan tinggi pratama yang digelar April lalu.

Pelantikan inspektur diawali dengan pengucapan sumpah dan janji. Kemudian penandatanganan berita acara. Yang melantik adalah bupati didampingi Wakil Bupati Hj. Sumiatun, Sekda Dr.H. Baehaqi dan Ketua DPRD Lobar Hj. Nurhidayah.

Usai pelantikan, bupati mengatakan dengan adanya UU ASN semua orang bisa ikut melamar. Pengisian jabatan inspektur Inspektorat Lobar diisi melalui lelang jabatan secara terbuka, dimana semua orang berhak dan bisa ikut.”Sama dengan ini (jaksa_red), kebetulan ikut dan hasil sleksi nomor satu, kebetulan saya kenal secara personal dia orang baik, dan kebetulan juga dia orang Sekotong,” ungkap bupati.

Sesuai SK, yang bersangkutan, Hademan, mendapatkan gaji dari instansi asalnya, yakni dari Kejati. Dia mendapat tambahan penghasilan dari Pemkab. Bupati mengingatkan kepada kepala inspektorat yang baru, bahwa Inspektorat Kabupaten Lombok Barat Tahun 2017 menerima penilaian Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) level III. “ Ini merupakan Inspektorat pertama kabupaten/kota se-NTB yang memperoleh level III,” ungkap bupati.

BACA JUGA :  Warga Diminta Laporkan Tambang Ilegal

Dia menambahkan, Lombok Barat tahun 2020 kemarin juga maseh level III tetapi dengan nilai sempurna. Sama dengan provinsi NTB dan Kota Mataram. Jadi di NTB, Inspektorat yang memiliki APIP Level III nilai sempurna itu adalah Inspektorat Provinsi NTB, Inspektorat Lombok Barat dan Kota Mataram.”Kepada kepala Inspektorat Lombok Barat yang baru kita lantik supaya nilai APIP ini perlu kita pertahankan dan bisa kita tingkatkan bahkan bisa ke Level IV,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Inspektorat Lombok Barat sekarang masuk dalam pilot project untuk penerapan manajemen resiko terhadap semua perencanaan dan program yang dilakukam di Kabupaten Lombok Barat.” Ini juga harus di kawal, sehingga apapun yang kita rencanakan dan kita programkan. Semua resikonya sejak awal sudah kita menej, sehingga efek negatifnya tidak kita temukan,” paparnya.

BACA JUGA :  Belum Ada Jawaban Pusat, Blangko E-KTP masih Kosong

Dia juga menyebut Inspektorat sudah me-launching Gerdu Mente (Gerakan Terpadu Menuju Nol Temuan) dengan kegiatan yaitu APIP Nyambang OPD, APIP Ngayo Dese, APIP Jango’ Sekolah dan pelayanan konsultasi online maupun offline.” Mudah-mudahan dengan adanya program Gerdu Mente (Gerakan Terpadu Menuju Nol Temuan) apa yang kita cita-citakan bisa tercapai,” harapnya.

Terakhir dia berharap kepada inspektur yang baru untuk mengawal pelaksanaan semua kegiatan dan semua anggaran termasuk anggaran desa untuk pengelolaan yang lebih baik lagi. ”Selamat kepada kepala Inspektorat Lombok Barat baru dan jaga soliditas di internal inspektorat dan tentunya dengan OPD-OPD yang lain. Mari bersama-sama kita terus memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Lombok Barat yang kita cintai dan banggakan ini,” ungkapnya.(ami)