Jajal Pra PON, Tenis meja Setor 9 Atlet

Tenis meja Setor 9 Atlet
TAMPIL: Salah satu atlet tenis meja saat menjajal pertandingan di ajang Porprov 2018 lalu.( NASRI/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Keputusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pusat tidak mempertandingkan cabang olahraga tenis meja di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020 tidak merubah keputusan Pengurus Provinsi (Pungprov) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) NTB. PTMSI NTB tetap menyiapkan atlet menjajal prakualifikasi PON.

Saat ini PTMSI NTB tengah menyiapkan atlet mengikuti pra PON yang bakal berlangsung di Kalimantan Timur (Kaltim), 1-7 November 2019 mendatang. “Hajat kita kirim atlet ke pra PON tidak dirubah oleh apapun. Termasuk pembatalan cabor kita dipertandingkan,” kata Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) PTMSI NTB, Feri Supendi, Selasa (22/10).

Dikatakannya, ketetapan PTMSI NTB mengirim atlet pra PON dibuktikan lewat kesiapan sembilan atlet mengikuti ajang prakualifikasi PON yang berlangsung di Samarinda, 1-7 November 2019. Pihaknya kukuh akan mengirim sembilan atlet mengikuti pra PON di Samarinda.

Sembilan atlet yang akan dikirim tersebut terdiri dari lima putra dan empat putri. Lima atlet putra adalah M. Arif Azidan Nur, Jihad Ali Akbar, Alfian Hadi, Edi Setiawan dan Syifaa’ Surya. Kemudian empat atlet putri, yakni Reza Amanda Aulia, Fadila Mayang Febriana, Regina Rohadatul Aisy dan Yuana Hermania Putri.

“Kesembilan atlet kita ini terdiri dari putra dan putri,” jelasnya.

Selain mengirim sembilan atlet, pihak Pengprov PTMSI NTB juga akan menurunkan satu orang wasit yang akan ikut serta memimpin pertandingan Pra-PON. Keberangkatan atlet tersebut rencananya akan didampingi dua pelatih dan dua tim ofisial.

“Kita juga bakal kirim wasit untuk memimpin Pra-PON nanti,” tambahnya.

Sementara itu, Sekum Pengprov PTMSI NTB, H Sudarman yang dimintai tanggapan soal keputusan KONI pusat yang menghapus 10 cabor dipertandingkan di PON menanggapi dengan santai. Menurutnya, rencana penghapusan 10 cabor di PON belum final. Sebab PB PTMSI masih memperjuangkan tenis meja agar tetap dipertandingkan di PON 2020.

Atas alasan tersebut PTMSI NTB akan tetap mengirim atlet mengikuti Pra-PON Tenis Meja di Kaltim 2019. “PTMSI NTB akan tetap mengirim atlet di pra PON, soal keputusan KONI Pusat tidak mempertandingkan 10 cabor (termasuk tenis meja, Red) masih ditolak oleh PB PTMSI,” pungkasnya. (rie)