Jadwal Bocor, Swab Acak di Pasar Dasan Agung Hanya Tujuh Peserta

SWAB ACAK: Swab acak di Pasar Dasan Agung hanya diikuti oleh 7 orang saja. Banyak pedagang yang tidak berjualan karena jadwal swab sudah bocor dan beredar luas di masyarakat. (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM —Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melaksanakan swab antigen acak disejumlah tempat. Hanya saja swab antigen tersebut tidak bisa dilaksanakan secara maksimal oleh petugas. Penyebabnya adalah jadwal swab acak itu bocor duluan dan beredar di masyarakat luas.

Akibatnya penerima swab tidak sebanyak yang ditargetkan. Contohnya adalah swab acak yang dilaksanakan di Pasar Dasan Agung, Kota Mataram. Dari total 300 lebih pedagang di Pasar Dasan Agung. Swab hanya diikuti oleh tujuh orang saja. “Kita hanya dapat 7 orang yang bersedia ikut swab acak tadi. Mungkin ini sudah bocor duluan,’’ ujar salah seorang petugas medis Puskesmas Dasan Agung di Mataram, kemarin (8/2).

Petugas tidak mengerti dengan minimnya pedagang maupun pengunjung Pasar Dasan Agung yang bersedia diswab. Tercatat hanya tiga pedagang yang bersedia. Sedangkan empat lainnya adalah pengunjung dan juru parkir (Jukir). “Kalau untuk penyebab pastinya kenapa sedikit sekali yang bersedia, saya kurang tahu,” katanya.

Sedangkan untuk hasil swab acak ini. Seluruhnya akan direkap terlebih dahulu oleh Gugus Tugas. “Nanti hasilnya akan dikabari langsung yang bersangkutan. Kan sudah kita data alamat dan nomor handpone masing-masing penerima swab,” katanya.

Sekitar pukul 09.40 wita. Petugas medis Puskesmas Dasan Agung datang dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Petugas langsung melaksanakan swab tes acak yang diikuti tujuh peserta.Bertempat di depan Kantor Kepala Pasar Dasan Agung. Karena ditargetkan ratusan penerima swab di satu lokasi. Petugas sempat ingin pindah ke dalam pasar. Tapi ternyata pedagang sudah sepi karena banyak yang pulang melarikan diri. “Kita ditargetkan 250 penerima swab di dua tempat. Yaitu di Pasar Dasan Agung dan Niaga Supermarket Jalan Sriwijaya. Sekarang malah cuma dapat 7 orang di sini,” katanya.

Kepala Pasar Dasan Agung, Budianto mengakui tidak banyak pedagang dan pengunjung Pasar Dasan Agung yang datang. Karena sebelumnya sudah menerima informasi jadwal swab yang akan dilaksanakan di Pasar Dasan Agung. “Kan jadwalnya itu sudah menyebar di media sosial dan group Whatsapp di malam sebelumnya. Jadinya sekarang sepi sekali pedagang dan pengunjung,” ungkapnya.

Pagi harinya, sesuai dengan informasi yang diterima. Budianto sudah mengumumkan lewat pengeras suara. Bahwa akan dilaksanakan swab tes secara acak untuk pedagang dan pengunjung. Tak disangka pengumuman itu semakin membuat pedagang takut. Hingga memilih pulang ke rumah saat itu juga. “Yang belum tahu ada swab acak jadi tahu. Tambah banyak lagi yang tidak berjualan di pasar. Kita mau bilang apa. Mereka ini khawatir dan takut di-swab,” terangnya.

Sedangkan I Wayan Eka Saputra, salah satu pedagang Dasan Agung yang ikut swab acak. Mengaku lega dan tidak ada masalah ikut swab acak. Dengan swab, menjadi tahu kondisi kesehatan saat ini. “Ini juga kan gratis. Apa salahnya kita ikut. Kita berharap pandemi ini segera dan cepat berakhir,” jelasnya. (gal)