Jadi Tuan Rumah MXGP, NTB Harus Siap Kuras Anggaran Belasan Miliar

RADAR LOMBOK TRACK : Inilah saat para crroser menjajal track menantang di sebuah event MXGP. (IST IG MXGP FOR)

MATARAM – Setelah NTB dinilai sukses sebagai tuan rumah ajang World Superbike (WSBK), World Super Sport (WSSP), dan Idemtsu Asian Talent Cup (IATC) di Surkuit Mandalika belum lama ini, rupanya NTB kembali mendapat tawaran sebagai tuan rumah ajang Motocrros kelas dunia, yakni MXGP pada Juni 2022 mendatang.

Namun jika NTB bersedia sebagai tuan rumah ajang MXGP, maka Pemerintah Provinsi NTB harus siap kuras anggaran belasan miliar rupiah dari APBD. Pengalaman ini berkaca dari Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah yang pernah menjadi tuan rumah ajang serupa pada 2019 silam. Berdasarkan refrensi yang didapat koran ini, Semarang saat itu setidaknya menyiapkan sekitar Rp 17 miliar dari APBD, guna mendukung dan mensukseskan event Motocrros kelas dunia tersebut.

“Ini kan kita masih ditawar jadi tuan rumah MXGP itu, Indonesia dapat dua slot,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah pada Radar Lombok, usai menutup ajang KOSO NTB Cup I, Senin (29/11).

Saat Gubernur ditanya perihal kesiapan anggaran event tersebut, dirinya mengaku belum bisa menjawabnya dengan detail. Karena sementara ini, NTB masih ditawar sebagai tuan rumah. Kendati demikian, ia justeru menyinggung PT AMMAN sebagai perusahaan daerah yang dianggapnya bisa saja menjadi sponsor utama. Tetapi semua itu harus diperhatikan dan disesuaikan dulu dengan pendapatan yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tersebut.

BACA JUGA :  Korem Selenggarakan Kejuaraan Tenis Lapangan

“Kita kan punya sekelas PT AMMAN, bisa saja kita jadikan sponsor utama,” bebernya.

Seperti diketahui, sementara ini keuangan pemerintah daerah masih dalam serba kesulitan, lantaran banyaknya pemangkasan akibat Covid-19. Sehingga, anggaran khusus untuk event tersebut, rupanya akan sedikit kesulitan. Namun jika Pemprov NTB mendapat sponsor, maka perhelatan MXGP itu bisa saja berlangsung.

Sementara kaitannya dengan lokasi pelaksanaan MXGP tersebut, Gubernur Zul menilai untuk sementara ini Pulau Lombok yang paling layak. Karena logistik event sekelas MXGP tersebut, jumlahnya akan lebih banyak dari WSBK. Sementara di wilayah Pulau Sumbawa, untuk faktor pendukung seperti Bandara belum bisa mendarat pesawat berbadan besar.

“Kalau dari segi tempat, di Pulau Sumbawa memang banyak. Banyak perbukitan dan sejenisnya, kita gak butuh seperti Sirkuit Mandalika. Tapi sarana pendukung, seperti Bandara yang belum memadai di Pulau Sumbawa. Karena logistik MXGP ini lebih banyak dari WSBK kemarin itu,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Motor Indonesia (INI) NTB M Nur Haedin mengaku bangga dengan adanya tawaran sebagai tuan rumah ajang MXGP. Namun demikian, apakah Pemprov NTB siap dengan berbagai kebutuhan yang dibutuhkan oleh ajang sekelas Motocrros kelas dunia tersebut. Karena MXGP itu sekelas MotoGP, bahkan pesertanya bisa lebih banyak dari MotoGP.

BACA JUGA :  Alamak! Laskar Undru Takluk

Menurut pria yang akrab disapa Edo ini, kalau misalnya Pemprov NTB siap sediakan anggaran dan bisa menggandeng sponsor, maka bisa saja terlaksana. Sehingga tawaran ini tergantung bagaimana Pemprov NTB meresponnya. Karena selain mengharapkan keuntungan dari pendapatan ajang tersebut. Tapi sepertinya Pemprov perlu juga menyediakan anggaran untuk mensukseskan event kelas dunia itu.

“Semua ini tergantung Pemprov NTB. Kalau misalnya siap dari segala aspek, maka bisa saja terlaksana,” ujarnya.

Edo menambahkan, tahun ini IMI pusat sebenarnya ada program MXGP 2 seri. Tapi tidak bisa terlaksana karena Covid dan kesiapan anggaran termasuk dari sponsor. Adapun kalau kaitannya dengan lokasi motocross atau supercross di Lombok banyak. Tinggal ada atau tidak dana untuk penyelenggaraan.

Disebutkannya, belasan tahun silam, NTB dalam sejarah sebenarnya pernah sebagai tuan rumah Supercross Internasional dan Powertrack Internasional di area GOR Turide. Artinya, pengalaman NTB dalam menyelenggarakan event sekelas Motocrros sudah ada.

“Kita sudah pernah jadi tuan rumah. Tapi untuk MXGP ini, sepertinya harus ada anggaran pendukung untuk mensukseskannya,” tutupnya. (rie)