Jadi Tuan Rumah, Infrastruktur Bangko Bangko akan Ditangani

LOKASI : Tim survei saat menyurvei Pantai Bangko Bangko beberapa waktu lalu. (IST/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG – Kawasan wisata Bangko Bangko Desa Batu Putih Sekotong akan menjadi lokasi event surfing dunia yang rencana dilaksanakan Juli mendatang. Survei lokasi telah dilakukan pihak penyelenggara. Selanjutnya pemerintah akan melengkapi fasilitas yang diperlukan termasuk infrastruktur jalan.

Terkait hal itu, Sekda Lobar, H. Baehaqi, yang dikonfirmasi di ruangannya kemarin mengatakan bahwa Pemkab Lobar sudah menunjukkan komitmen serius sebagai tuan rumah. Komitmen dimaksud adalah dengan telah diselesaikannya beberapa persyaratan yang dibutuhkan secara administrasi. “ Kita sudah menunjukkan komitmen dengan pemerintah pusat, terutama ada persyaratan yang sudah diselesaikan,” ungkapnya.

Terkait lokasi, Sekda menyatakan bahwa memang infrastruktur jalan yang masih belum bagus menuju areal pantai. “Memang infrastruktur jalan yang belum ada. Dan dari hasil pertemuan di Kabupaten Banyuwangi beberapa waktu lalu, untuk jalan itu akan menjadi tanggung jawab pemerintah pusat untuk menyelesaikannya,” tambahnya.

BACA JUGA :  Pejabat Eselon II akan Jalani Evaluasi Kinerja

Jalan menuju pantai melewati kawasan hutan lindung. Baehaqi mengatakan bahwa bentuk jalan yang akan dibuat oleh pemerintah tentunya tidak melanggar aturan yang ada. “Itu yang paling penting,” ungkapnya.

Dikatakannya, tim survei sangat puas dengan kondisi lokasi. “Tanggapan mereka sangat luar biasa Bangko-Bangko ini. Bagaimana tidak, untuk menjadi lokasi perhelatan surfing dunia, usia ombak di Bangko Bangko itu mencapai 8 bulan lamanya. Kemudian panjang ombak mencapai 2 kilometer. Lokasi itu menurut mereka terbaik nomor dua di dunia setelah Hawaii,” paparnya.

BACA JUGA :  IJU dan Farin Bisa Jadi Paket Alternatif

Dikonfirmasi mengenai persiapan Lobar sebagai tuan rumah ajang surfing dunia itu, Sekda mengatakan bahwa setelah menyelesaikan komitmen secara administrasi Pemda Lobar tidak ada beban lain lagi. “Hanya keamanan dan kenyamanan. Agar yang datang sambil berlibur mendapat rasa senang, aman dan nyaman, sehingga liburan dan olah raga mereka menyenangkan bagi atlet dan penonton,” jelasnya.

Dengan digelarnya surfing dunia itu, Pemda Lobar berharap bisa mengeksplore wilayahnya sebagai salah satu destinasi wisata dan potensi ekonomi yang besar. “Harapan kita tidak ada lain, maka diharapkan akan menjadi bagian yang menggerakkan sektor lain, segmen lain yang muaranya mempercepat penurunan angka pengangguran dan mengakselesari kemiskinan serta peningkatan pendapatan asli daerah,” tegasnya.(ami)