Jadi Polisi Gadungan, Pegawai PU Diringkus

Tipu Korban dengan Pistol Korek Api

Polisi Gadungan
GADUNGAN : Slamet Mulyono alias Yoyok (40), polisi gadungan yang berhasil ditangkap aparat Polres Mataram. (Dery Harjan/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Polres Mataram menangkap seorang pelaku penipuan berkedok sebagai perwira polisi berpangkat AKP. Bermodalkan korek api berbentuk pistol, pelaku menipu sejumlah korban dan mendapat ratusan juta rupiah.”Pelaku mengaku perwira Polri (Kanit Buser) dengan menyebut nama AKP Erik yang bertugas di Polres Mataram dengan membawa pistol korek api untuk meyakinkan  korban bahwa ia polisi sungguhan,” kata Kasat Reskrim Polres Mataram Joko Tamtamo, Senin (31/12).

Pelaku bernama Slamet Mulyono alias Yoyok (40) yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas PU Lombok Barat. Salah satu korbannya adalah WL yang dimintainya uang sebesar Rp 120 juta. Uang itu untuk meluluskan anak korban yang sedang mengikuti tes pegawai di BNN. Korban juga dijanjikan akan diberikan barang-barang hasil sitaan polisi.” Pelaku berjanji kalau korban serahkan uang Rp120 juta, anaknya yang tes BNN akan lulus. Namun setelah korban memberikan uang tersebut, anaknya tidak juga lulus sebagai anggota BNN dan barang yang dijanjikan tak kunjung ada. Atas hal itu, korban kemudian melapor ke polisi,” jelas Joko.

Selanjutnya polisi melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku yang saat itu sedang berada di sebuah kafe di Pagutan. “Jadi uang hasil penipuan digunakan pelaku untuk berfoya-foya membeli Narkoba maupun bermain-main di kafe,” jelas Joko.

BACA JUGA: Pelaku Utama Pemerkosaan Siswi Madrasah Ditangkap

Setelah ditangkap, kedok pelaku satu per satu terungkap. Ternyata korbannya tidak satu orang. Polisi mendapatkan informasi dari pihak Hotel T di Jalan Catur Warga Mataram bahwa Yoyok mengaku sebagai Kanit Buser Polres Mataram.

Dia menginap selama dua minggu di hotel ini namun tidak mau membayar tagihan hotel. “ Untuk sementara baru ada dua korban yang membuat laporan polisi namun di luar itu kami menduga masih banyak korban lain. Sebab dari tangan pelaku kami mendapatkan 4 KTP. Terindikasi dari KTP tersebut bahwa mereka juga sebagai korban. Ini kami masih melakukan penyelidikian,” beber Joko.

Sementara itu pelaku Yoyok yang  diwawancarai tidak mau bicara banyak. Ia hanya mengangguk saja ketika ditanya mengenai perbuatannya. Yoyok ditangkap bersama sejumlah barang bukti berupa 1 buah pistol korek api, 1 senjata tajam jenis golok, 4 buah handphone, 2 dompet, sepasang sepatu PDH Polri, sepasang sepatu warna abu-abu, 1 buku tabungan dan kartu ATM BRI, serta 1 tas pinggang warna hitam. Saat ini pelaku dan barang bukti berada di Sat Reskrim Polres Mataram dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.(cr-der)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut