Jadi Percontohan Sekolah Berkarakter

SMAN 4 Mataram

SMAN 4 Mataram terus melakukan terobosan demi memberikan layanan pendidikan maksimal. Belakangan sekolah ini ditetapkan sebagai percontohan untuk pengembangan pendidikan berkarakter.

 

 


SUDIRMAN-MATARAM


 

SEJAK digaungkannya pendidikan berkarakter oleh pemerintah pusat, sekolah-sekolah di seluruh daerah berlomba-lomba menyambut arahan tersebut.

Bentuk dari pengembangan pendidikan karakter yang dilakukan sekolah diantaranya dengan mengintensifkan penanaman nilai-nilai keagamaan. Nilai agama dinianggap dapat membentengi peserta didik dari pengaruh yang kurang baik dalam lingkungan pergaulannya.

Kepala SMAN 4 Mataram, Hj Suprapti mengatakan, bentuk dari pembinaan karakter di sekolah ini dengan meningkatkan intensitas penanaman nilai-nilai moral agama. Intensitas penanaman nilai agama dapat dirasakan dengan jelas, teruatama ketika datang bulan Suci Ramadan.

“Di bulan Ramadan biasanya kita meningkatkan kegiatan Imtak di sekolah,” ungkapnya, Rabu (26/10).

Selama bulan puasa, siswa diajak memperbanyak ibadah. Baik dengan melakukan salat sunat maupun dengan membaca Alquran. Pihak sekolah secara terjadwal memberikan agenda Imtak kepada siswa. MIsalnya, sebelum pelajaran dimulai, siswa diminta tadarrus (membaca Alquran).

Selepas membaca Alquran, jelasnya, siswa saat keluar main untuk istirahat dijadwalkan melaksanakan salat Dhuha. Usai itu, siswa kembali dianjurkan membaca Alquran. Kegiatan ini berlaku bagi semua siswa, kecuali bagi siswa yang non muslim.

Suprapti menuturkan, pada saat imtak, guru pembimbing di sekolah secara bergiliran memberikan tausiah kepada siswa. Dengan harapan bisa menjaga akhlak di luar serta bisa menumbuhkan karakter anak. Sekolah juga  telah berkomitmen untuk bisa menjadi sekolah  percontohan sekolah berkarater.

Inisiatif sekolah ini menjadi percontohan sekolah berkarakter karena beberapa alas an. Diantaranya yakni, pembentukan akhlak harus dimulai sejak dini. Dengan langkah itu, siswa diharapkan terhindar dari pergaulan bebas dan jerat penggunaan narkoba.

Untuk menghibndari hal-hal negatig, maka pada Ramadan ini dijadikan sebagai momen evaluasi diri. Bahkan, bukan hanya siswa yang beragama Islam saja yang diberikan perlakuan seperti ini. Melainkan, siswa yang beragama non muslim tetap diingatkan agar berpedoman sesuai dengan ajaran agama masing-masing.

Meski menekankan pentingnya pendidikan karakter, pihaknya juga tidak lupa menekankan pentingnya prestasi akademik dan non akademik. Karena itu, pembinaan untuk dua bidang terakhir ini juga tak kalah pentingnya dikembangkan di sekolah ini. (*)