Jadi Penyintas Covid-19, Wabup Ingatkan Pentingnya Prokes

NGANTOR: Wabup KLU Danny Karter Febrianto Ridawan masuk kantor hari pertama, Senin (23/8) usai sembuh dari covid-19. (IST/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Lombok Utara (KLU) Danny Karter Febrianto Ridawan sudah sembuh dari covid-19 setelah 14 hari dirawat di RSUD Provinsi NTB.

Kendati sembuh, Danny tak langsung bekerja masuk kantor, melainkan recovery dahulu di rumah selama sepekan. Danny baru masuk kantor, Senin (23/8) kemarin. Tampak pria 36 tahun yang sudah mendapatkan donor plasma konvalesen itu mengenakan masker lapis dua dan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“Hari ini hari pertama kembali bekerja. Setelah menghadap Bapak Bupati dan langsung berkoordinasi dengan beberapa OPD Kabupaten Lombok Utara. Serta langsung melakukan rapat di provinsi bersama BPBD NTB untuk percepatan pembangunan RTG (rumah tahan gempa),” ujar politisi Gerindra ini, kemarin.

Danny menegaskan, penggunaan masker sangat penting untuk ikhtiar mencegah penyebaran covid-19. Terutama ketika berinteraksi langsung dengan orang, yang harus tatap muka. “Apalagi saya yang dalam kondisi pemulihan pasca kena covid. Butuh lebih proteksi diri maupun orang lain, ketika berinteraksi langsung,” terangnya.

BACA JUGA :  Kebut-kebutan di Jam Tarawih, Tiga Pemuda Ditindak

Danny pun mengimbau kepada masyarakat untuk terus menjalankan protokol kesehatan (prokes) 5M: mencuci tangan, memakai masker,  menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Karena ancaman covid-19 belum berhenti. “Virus sepertinya terus bermutasi dan muncul varian-vairan baru. Tetap ketat dalam menjalankan prokes. Ikhtiar menjaga kesehatan,” jelasnya.

Danny sendiri sedikit menceritakan soal sakitnya ia akibat covid-19, mengacu pada video viral Deddy Corbuzier yang merupakan penyintas covid-19. Danny menyadari rencana Allah SWT sungguh luar biasa, tidak disangka-sangka. Di mana Allah SWT membuat Deddy Corbuzier yang sehat itu sakit dan bertemu dengan dr. Gunawan. Suatu hal yang beberapa waktu lalu kata Danny juga ia rasakan.

BACA JUGA :  Pemanfaatan Limbah Kayu Selelos Belum Ada Kejelasan

“Melewati semua ini merupakan bagian dari ujian kehidupan yang tidak mudah bagi pasien covid-19 dan juga tenaga medis, tapi saya yakin semua pasti ada hikmahnya. Allah sedang mengingatkan kita semua. Ini bukan hanya ujian kesehatan, tapi juga ujian keimanan dan kebersamaan kita. Sekali lagi, mari kita catatkan dalam sejarah bahwa kita adalah generasi petarung. Yang tidak punya pilihan selain berpikir positif untuk menjemput skenario terbaik, normal baru yang penuh harapan,” pungkas putra Bayan ini. (zul)