Izin Beres, Investor Global Hub Makin Samar

Son Diamar (IST/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Salah satu mega proyek di Kabupaten Lombok Utara (KLU), yaitu Global Hub Kayangan sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024. Hal itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 18 tahun 2020.

Meski masuk RPJMN, proyek tersebut tak kunjung ada kejelasan. Padahal, Pemerintah Provinsi NTB bersama Sundong Industry Holdings dan PT Diamar Mitra Kayangan (DMK) telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) sejak Agustus 2019 lalu.

Nilai investasi yang akan dikucurkan investor asal Korea itu sebesar 1 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp 14 triliun. Sayangnya, MoU hanya sebatas di atas kertas tanpa ada tindakan nyata.

Direktur Utama PT Diamar Mitra Kayangan, Son Diamar yang dimintai keterangannya, justru memberikan nada pesimis. Son sendiri belum mendapatkan cahaya terang untuk proyek Global Hub. “Belum ada kejelasan,” ucap Son Diamar kepada Radar Lombok, Selasa (16/3).

Terbaru, Gubernur NTB Zulkieflimansyah menerima kunjungan resmi Trade Representative of The Russian Federation in The Republic of Indonesia. Pemerintah Rusia tertarik untuk berinvestasi, salah satunya di Global Hub.

Menanggapi pertemuan Gubernur dengan pihak Rusia terkait proyek Global Hub, Son Diamar juga masih pesimis. “Di Jakarta tiap minggu saya bertemu dengan rupa-rupa negara. Tapi tak mudah,” ujarnya.

Seluruh izin dan kemudahan yang terkait dengan mega proyek tersebut sudah selesai diurus. Selain masuk RPJMN, Global Hub juga telah masuk dalam Rencana Tata Ruang Nasional (RTRN). Hal itu berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 13 tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2OO8 tentang RTRN.

Izin lokasi pembangunan Global Hub juga telah dimiliki. Luas lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan sekitar 7.000 hektare. Global Hub direncanakan akan menyerupai Kota Dubai, Uni Emirat Arab dengan jumlah penduduk sekitar 1 juta jiwa.

Di kawasan tersebut, akan dibangun pelabuhan modern yang dapat menampung kapal-kapal raksasa dengan panjang 500 meter. Kapal  dengan ukuran seperti itu akan mampu mengangkut 18 ribu kontainer.

Untuk membangun pelabuhan, dibutuhkan biaya sekitar Rp 30 triliun. Di sana juga akan dibangun kilang minyak dengan nilai investasi mencapai Rp 130 triliun. Investor dari Korea, Sundong Industry Holdings awalnya berkomitmen membangun galangan kapal. Namun entah apa yang terjadi, tidak ada lagi perkembangannya.

Kepala DPMPTSP Provinsi NTB, H Muhammad Rum yang dimintai keterangannya, juga belum bisa banyak bicara tentang pembangunan Global Hub. Parahnya lagi, sejak menjabat hingga saat ini, Rum sama sekali belum bertemu dengan Son Diamar. “Sampai sekarang saya belum ketemu makanya ini,” ungkap Rum.

Sebenarnya, lanjut Rum, pihaknya sudah memanggil Son Diamar. Terutama untuk memperjelas perkembangan Global Hub. Namun hingga saat ini tak kunjung bertemu. “Katanya sih karena masih Covid-19,” terang Rum.

Sementara terkait dengan investor Rusia, Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah menyambut hangat. “Pemerintah daerah NTB dan saya siap melakukan yang terbaik untuk membantu pemerintah Rusia,” kata gubernur.

Dikatakan Gubernur, potensi yang dimiliki oleh NTB sangat beragam. Beberapa peluang tersebut seperti dikatakan Gubernur terbuka lebar untuk menerima investasi dari Rusia. (zwr)