ITDC Tepis Sirkuit Mandalika jadi Cadangan di MotoGP 2021

SIRKUIT MOTOGP: Meski pun masih belum jelas kapan pelaksanaan even Balap MotoGP setelah ditetapkan menjadi cadangan, namun pembangunan Sirkuit MotoGP di KEK Mandalika terus dikerjakan untuk bisa mencapai target pengerjaan sesuai waktu. (IST/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Dorna Sports S.L, promotor MotoGP secara resmi telah mengumumkan Provisional Calendar 2021 (Kalender MotoGPTM 2021) pada Jumat lalu (6/11). Dalam kalender tersebut, Sirkuit MotoGP Mandalika di Indonesia masuk daftar reserve grand prix venues bersama sirkuit Algarve di Portugal dan Sirkuit Igora Drive di Rusia.

Pengumuman tersebut, tentu menjadi tamparan keras bagi banyak pihak. Apalagi selama ini sudah digembar-gemborkan balap MotoGP di Sirkuit Mandalika akan dilaksanakan sekitar Oktober 2021 mendatang.

Radar Lombok meminta keterangan para pejabat tinggi PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). Namun tidak ada yang berani memberikan kepastian terkait pelaksanaan balap MotoGP tahun depan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Chief Strategic and Communication Officer Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Happy Harianto juga belum memberikan kepastian apakah balap MotoGP jadi dilaksanakan di Sirkuit Mandalika tahun 2021 mendatang. “Banyak yang menyebutkan Indonesia masuk sebagai sirkuit cadangan. Reverse date atau plotting date, jika diartikan bukan cadangan maksudnya,” jelas Happy, Minggu (8/11).

Dalam kalender MotoGP, tidak jelas jadwal yang diberikan untuk sirkuit MotoGP. Berbeda halnya dengan sirkuit yang lain. Misalnya sirkuit Sepang Malaysia dijadwalkan 31 Oktober, sirkuit Chang Thailand 10 Oktober, dan lain-lain.

Dijelaskan Happy, sirkuit lain yang sudah mendapatkan tanggal, karena telah terhomologasi. “Sebelumnya sudah pernah dipakai untuk MotoGP. Sementara sirkuit Mandalika dibangun dari nol, jadi butuh homologasi,” katanya.

Homologasi dimaksud, karena sirkuit Mandalika akan digunakan untuk pertama kalinya. “Jadi dilihat dari treknya sendiri seperti apa, aspalnya seperti apa. Pit dan paddock posisinya dimana. Peralatan yang diminta oleh FIM apakah semuanya sudah tersedia, akses jalannya bagaimana,” jelas Happy.

Lebih lanjut, Happy menyampaikan MGPA akan mengadakan pengumuman lanjutan dalam waktu dekat ini. Terutama untuk hal-hal penting yang harus diketahui masyarakat terkait dengan Indonesian GP 2021 di Mandalika.

“Kalau kaitan dengan tiket, kita tidak pernah menjual. Dulu itu free booking tiket untuk mengetahui animo masyarakat Indonesia terhadap event MotoGP di Lombok. Kita dapat datanya, lalu kita catat. Yang masuk data free booking tiket, nanti menjadi prioritas utama untuk membeli tiket. Standarisasi internasional memang seperti itu,” terangnya.

Sementara itu, CEO MGPA, Ricky Baheramsjah justru menyambut baik kalender MotoGP sementara tersebut. “Indonesia masuk dalam reserve date, dimana Indonesia diberikan perlakuan khusus yaitu Indonesia menentukan sendiri kapan waktu pelaksanaan yang terbaik menurut MGPA,” katanya.

Disampaikan, Reserve date memang tidak umum, hanya Negara tertentu yang bisa mendapat perlakukan khusus. Situasi dunia akibat pandemi Covid-19 masih belum bisa diprediksi 6 bulan kedepan.

Dengan adanya reserve date, Indonesia akan memiliki waktu yang fleksibel untuk melihat apakah tanggal tersebut nantinya akan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. “Fokus kami tetap sama yaitu menyelesaikan konstruksi dan proses homologasi serta kesiapan operasional untuk 2021,” ujarnya.

Sementara Direktur Pengembangan PT ITDC, Edwin Darmasetiawan juga menyambut baik, meski tanggal untuk sirkuit MotoGP belum ditetapkan. “Kami sangat bersyukur dengan terpilihnya Indonesian GP menjadi salah satu seri baru MotoGP pada musim balapan 2021. Dengan adanya kepastian ini semakin melecut semangat dan meneguhkan komitmen kami untuk menyelesaikan pembangunan Jalan Khusus Kawasan (JKK) The Mandalika sesuai jadwal. Kami optimistis pembangunan sirkuit akan selesai Juni 2021,” ucapnya.

Dikatakan, konstruksi Jalan Kawasan Khusus (JKK) Street Circuit tetap berlangsung. Saat ini, pembangunan JKK telah memasuki fase lapis perkerasan, pada item subbase dan prime coat.

Untuk pekerjaan groundwork, menurutnya sudah mencapai 87,5 persen. Kemudian ground improvement 97,31 persen dan progres pembangunan JKK untuk lapis perkerasan mencapai 23,77 persen. “Penyelesaian pembangunan JKK ini dilakukan dengan menggandeng PT PP (Persero) yang merupakan BUMN jasa konstruksi terintegrasi,” katanya.

ITDC meyakini PT PP sebagai BUMN Konstruksi terkemuka di Indonesia, akan mampu menghadirkan JKK sebagai sebuah lintasan balap berkualitas Internasional yang sesuai dengan standar Federation Internationale de Motocyclisme (FIM). “Kami mohon doa dari semua pihak agar kegiatan pembangunan JKK terus berjalan lancar tanpa halangan, sehingga kita bersama akan dapat menyaksikan event balap motor bergengsi MotoGP di The Mandalika tahun depan,” jelas Edwin.

Adanya informasi sirkuit MotoGP masuk sebagai cadangan dan belum mendapatkan jadwal, sangat disesalkan DPRD NTB. Mengingat berbagai persiapan telah dilaksanakan selama ini. “Jadi kita harap, berita sirkuit MotoGP Mandalika sebagai cadangan itu tidak benar,” ujar pimpinan DPRD NTB, Mori Hanafi. (zwr/met)