Istimewanya Lombok di Mata Syekh Ali Jaber

Syekh Ali Jaber ( Istimewa)

MATARAM–Syekh Ali Saleh Mohammed Ali Jaber atau lebih dikenal dengan nama Syekh Ali Jaber telah wafat sekitar pukul 08.30 Wita Kamis (14/1/2021) di Rumah Sakit (RS) Yarsi di Jakarta. Sebelumnya, Syekh Ali Jaber menjalani perawatan akibat Covid-19. Syekh Ali Jaber mengumumkan dirinya positif Covid-19 lewat akun facebook miliknya, Selasa lalu (29/12/2020). Namun saat wafat menurut Yayasan Syeikh Ali Jaber, da’i kondang ini dalam keadaan negatif Covid-19.

Sebagai ulama, Syekh Ali Jaber dikenal bersahaja dan diterima berbagai kalangan dan kelompok. Wafatnya Syekh Ali Jaber membuat banyak orang yang kehilangan. Lebih-lebih bagi masyarakat di Lombok. Daerah ini punya tempat tersendiri bagi Syekh Ali Jaber. Lombok merupakan daerah pertama yang dituju dari Madinah, Saudi Arabia tempat tinggalnya.

Sosok Syekh Ali Jaber kini dikenal luas masyarakat Indonesia. Saban hari, dia kerap tampil di televisi mengisi acara syiar-syiar Islam. Dia juga berkeliling ke berbagai daerah di Indonesia. Sebelum menetap dan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) Syekh Ali Jaber salah seorang imam di Masjid Nabawi. Ia lahir di Kota Madinah Al-Munawaroh pada tanggal 3 Februari 1976. Ia merupakan anak sulung dari 12 bersaudara. Ia menjalani pendidikan baik formal maupun non formal di Madinah. Syekh Ali Jaber lulus dari sekolah ibtidaiyah pada tahun 1989. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya ke madrasah tsanawiyah dan lulus tahun 1992 dan lulus sekolah tingkat aliyah tahun 1995. Tahun 1997, Syekh Ali Jaber memutuskan mulazamah atau melazimi pelajaran Alquran di Masjid Nabawi.

Sejak kecil Syekh Ali Jaber mempelajari Alquran yang dimotivasi oleh ayahndanya. Syekh Ali Jaber pernah menolak dengan permohonan sang ayahnya untuk meneruskan perjuangannya dalam syiar, namun setelah lama kelamaan dia menekuni dan ia menyadari perintah sang ayahnya sebagai suatu kebutuhan.

Dalam mempelajari Alquran, Syekh Ali Jaber belajar kepada ulama-ulama besar. Diantaranya Syekh Abdul Bari’as Subaity imam Masjid Nabawi dan sebelumnya imam Masjidil Haram dan sejumlah ulama di Madinah dan Makkah serta Pakistan.

Perkenalan Syekh Ali Jaber dengan Lombok bermula dari keputusannya menikah gadis asal Lombok yang dikenalnya di Madinah yang bernama Umi Nadia. Sebenarnya sebelum menikah Umi Nadia, Syekh Ali Jaber sudah lama ingin ke Lombok. ”Saya mendatangi Lombok pertama kali karena saya penasaran dengan julukan yang diberi yaitu pulau Lombok,”ungkapnya saat ceramah pada tablig akbar di Markas Satuan Brimob Polda NTB, Jumat kemarin (16/9/2016).

Setelah menginjakkan kaki di Lombok, rupanya Syekh Ali Jaber langsung jatuh hati. Dia lalu memutuskan menetap sambil berdakwah. Dia lalu mengajarkan tahfidz Alquran di masjid Agung Al- Muttaqin Cakranegara. Ia juga dipercaya menjadi imam di masjid yang dikenal dengan Islamiq Center (IC) Cakranegara ini.

Syekh Ali Jaber lalu memutuskan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) tahun 2011 lalu. Pada suatu waktu, Syekh Ali Jaber bersama sang istri ke Jakarta. Ia kemudian melakukan salat di salah satu masjid di sana dan disuruh menjadi imam hingga akhirnya mendapat kepercayaan dari masyarakat Indonesia. ”Saya kalau ke Lombok ini seperti saya sedang mudik ke kampung halaman saya. Lombok tempat kami pertama kali berdakwah dan saya ingin dimakamkan disini,”ungkapnya.

Selain Lombok merupakan tempat pertama berdakwah di Indonesia, ia juga menyampaikan jika masyarakat Lombok sangat erat dengan adat yang masih utuh dan toleransi masyarakat yang masih terjaga.”Saya itu kalau di Lombok pikiran terasa damai, tidak seperti kota- kota lain yang saya datangi,”ujarnya kala itu.(wan)