Irma Hanya Belanja, Bukan Umbar Janji

PRAYA-Istri Bupati Lombok Tengah, Hj Baiq Irma Budiani membantah keras telah mengumbar janji pada pedagang eks pasar Praya.

Dia mengaku, pengakuan para pedagang itu sama sekali tidak benar. Dia memang beberapa kali berkunjung ke pasar itu. Waktu itu, Irma meminta kepada para pedagang pasar agar tetap menjaga kebersihan.

Sebagai Ketua TP PKK Lombok Tengah, Irma mengaku berkewajiban memberikan saran baik itu. Semua ini dilakukan untuk kebaikan para pedagang di tempat itu. Karena pembeli tentunya akan nyaman ketika lokasi berjualan mereka bersih.

Terkait janji yang diakui para pedagang tersebut, Irma mengaku memang sempat berkunjung pada masa kampanye ke pasar itu. Hanya saja, dia sebatas berbelanja bukan mengumbar janji. ‘’Waktu itu saya hanya berbelanja, bukan mengumbar janji,’’ bantah Irma saat dikonfirmasi usai rapat Hari Anak Nasional Indonesia di Kantor Bupati Lombok Tengah, kemarin (18/7).

Sangkal Irma, dia sama sekali tidak pernah meminta para pedagang untuk mencoblosa suaminya saat mencalonkan diri kali kedua sebagai bupati. Terlebih, menjanjikan untuk mempertahankan mereka agar tidak digusur jika Suhaili-Pathul menang. “Tebarkan janji, saya tidak pernah, kalau berbelanja itu baru benar,” tegasnya.

Waktu berbelanja, tutur Irma, dia memang sempat bercengkerama dengan para pedagang. Mereka waktu sempat memuji keberhasilan Bupati HM Suhaili FT bersama HL Normal Suzana (Suhaili-Normal). Hanya saja, Irma menanggapi santai pujian dan memberikan jawaban bijak. Bahwa keberhasilan itu tidak terlepas dari dukungan masyarakat selama ini. “Melanjutkan pujian mereka terhadap keberhasilan Bapak Bupati itu benar, dan malah saya bilang Insya Allah akan semakin baik,” tuturnya.

BACA JUGA :  Belanja Pegawai Bengkak Kuras Belanja Rakyat

Lebih jauh Irma mengakui, jika belum lama ini dirinya juga sempat berbelanja ke pasar itu. Dia mendengar keluh kesah para pedagang terkait relokasi itu. Waktu itu, Irma mengaku akan menyampaikannya ke bupati dengan catatan mereka tetap menjaga kebersihan. “Saya secara teknis tidak paham dengan permasalahan kedepannya, sehingga pemkab ingin memindahkan mereka. Tapi yang jelas keluhan dan harapan mereka akan saya sampaikan,” ujarnya.

Salah seorang pemilik rent car di eks Praya, Nasrullah mengaku, tidak masalah jika mereka dipindahkan. Hanya saja, pemindahan para pedagang itu harus jelas dan terjamin. Tidak seperti rencana sekarang ini, memindahkan pedagang tersebut ke pasar Renteng dan Karang Bulayak.

Iya, kata dia, jika kemudian mereka disiapkan lapak dan diterima pada pedagang sebelumnya. Sebaliknya, jika mereka tidak diterima maka akan menimbulkan masalah baru. ‘’Kalau saya mendukung pemerintah. Cuma tempat relokasi mereka harus jelas,’’ katanya.

Nasrullah mengaku, dia juga mendukung rencana pedagang yang ingin pindah ke jalan M Yamin depan SMPN 1 Praya. Atau , di belakang kompleks pertokoan Praya sebelah selatan, dekat pasar buah depan pemandian Matra. ‘’Yang jelas kami minta agar pemerintah menyiapkan rencana yang matang. Jangan kemudian main pindah tapi penpatan orang juga tidak dipikirkan,’’ tandasnya. (cr-ap)