IPM NTB Masih Bertahan di Posisi 30

IPM NTB Masih Bertahan di Posisi 30
IPM NTB Masih Bertahan di Posisi 30

MATARAM—Peringkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi NTB 6 tahun berjalan ini masih bertahan di posisi ke 30 dari 34 provinsi di Indonesia.

Peringkat IPM Provinsi NTB masih berada di bawah Kalimantan Barat dan berada di atas NTT,  serta Papua. Meski masih berada di peringkat ke 30 dari 34 provinsi di Indonesia, yang patut dibanggakan adalah laju pertumbuhan untuk mengejar nilai menuju angka 100 cukup agresif. Secara umum IPM NTB terus mengalami kemajuan selama periode 2010 hinga 2016. IPM NTB meningkat dari 61,16 pada tahun 2010, menjadi 65,81 pada tahun 2016 dan masih berada di kelompok IPM kategori sedang.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, bahwa IPM Provinsi NTB pada tahun 2016 meningkat dengan pertumbuhan 0,95 persen setahun. Sementara IPM nasional tumbuh sebesar 0,91 persen. Pertumbuhan laju IPM NTB tersebut, menunjukkan bahwa program pembangunan yang digulirkan tersebut sudah  on the track, hanya tinggal terus secara konsisten dipacu. “Indikator perhitungan IPM, ada tiga dimensi yang diukur. Seluruhnya mengalami kenaikan untuk Provinsi NTB pada tahun 2016,meski melambat dibandingkan tahun 2015,” kata Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisa Statistik BPS Provinsi NTB, Isa Ansyori, Senin kemarin (17/4).

Isa menyebut, selama periode 2010 hingga 2016, pembangunan manusia NTB terus mengalami kemajuan, bahkan lajunya pertumbuhannya diatas rata-rata laju pertumbuhan pembangunan manusia rata-rata nasional.

Selama periode tersebut IPM NTB menunjukkan kemajuan yang besar, dengan rata-rata tumbuh sebesar 1,23 persen per tahun. Sementara untuk laju pertumbuhan pembangunan manusia NTB pada tahun 2016 terjadi penurunan, dimana hanya mencapai 0,95. Sementara di tahun 2015 lalu, laju pertumbuhan pembangunan manusia NTB cukup tinggi mencapai 1,36 persen.

Kendati demikian, sambung Isa, jika dirata-ratakan selama periode 2010 hingga 2016, pertumbuhan laju IPM NTB rata-rata 1,23 persen yang merupakan laju pertumbuhan tertinggi secara nasional. “Jika Provinsi NTB konsisten laju pertumbuhan pembangunan manusia untuk tiga dimensi indikator penilaian IPM, maka saya optimis, peringkat IPM NTB bisa bergerak naik lebih baik,” yakin Isa.

Jika dibandingkan dengan IPM nasional, level IPM Provinsi NTB memang masih berada di bawahnya, namun jarak IPM nasional dengan IPM NTB dari tahun ke tahun semakin menyempit. Jika pada tahun 2010 IPM NTB masih terpaut 5,37 poin dari IPM nasional, maka pada tahun 2016 menjadi 4,37 poin.

Dari tiga dimensi sebagai indikator perhitungan IPM, diantaranya, pendidikan, kesehatan dan ekonomi, yang ketiganya laju pertumbuhan cukup tinggi. Untuk dimensi ekonomi pertumbuhannya cukup tinggi yang dapat dilihat dari daya beli masyarakat yang terus meningkat, dihitung dari pendapatan perkapita dari tahun ke tahun terus meningkat. Tahun 2016 pengeluaran perkapita masyarakat NTB mencapai Rp 9,575 juta per tahun, dimana pengeluaran perkapita ini meningkat sebesar Rp 333 ribu per tahun dari sebelumnya yakni tahun 2015 sebesar Rp 9,241 juta per tahun.

Dimensi kesehatan yang menjadi perhitungan adalah angka harapan hidup saat lahir yang mempresentasikan dimensi umur panjang dan hidup sehat terus meningkat dari tahun ke tahun. Periode 2010 hingga 2016, NTB berhasil meningkatkan angka harapan hidup saat lahir sebesar 1,66  tahun. Dimana tahun 2010 angka harapan hidup saat lahir di NTB sebesar 63,82 tahun, dan pada tahun 2016 telah mencapai 65,48 tahun. Dibandingkan tahun 2015 harapan hidup bayi yang baru lahir di NTB bertambah 1,2 bulan.

Sementara itu untuk dimensi pendidikan terdapat ada dua indikator yakni harapan lama sekolah (HLS) yang dihitung untuk setiap penduduk yang berusia 7 tahun keatas. Sedangkan rata-rata lama sekolah (RLS) dihitung untuk penduduk yang berusia 25 tahun keatas. Untuk harpan lama sekolah (HLS) di Provinsi NTB sudah cukup tinggi, bahkan diatas rata-rata nasional.

“Harapan lama sekolah di NTB sebesar 13,16 pada tahun 2016, yang berarti usia 7 tahun keatas di NTB memiliki harapan untuk menikmati pendidikan hingga bangku kuliah. Setidaknya hingga lulus Diploma I,” pungkas Isa. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid