Investor Tertarik Bangun Pabrik Garam di Teluk Santong

YUSRON HADI
YUSRON HADI

MATARAM – Potensi industri garam di NTB mulai dilirik investor untuk berinvestasi di lahan seluas 650 hektar di kawasan Teluk Santong, Kabupaten Sumbawa. Hal tersebut membawa angin positif bagi peningkatan kualitas produk garam di NTB.

“Masih dilakukan kajian secara ekonomis setelah ada kunjungan lapangan di Sumbawa. Mereka tertarik berinvestasi untuk membangun pabrik garam di lahan seluas 650 hektar,” sebut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB H Yusron Hadi, kepada Radar Lombok, Minggu (18/10).

Nantinya investor yang mengelola industri garam tersebut dalam peningkatan kualitas produk garam akan lebih mudah, karena dikelola secara lebih modern dengan budidaya yang terstandar. Begitu juga stok garam yang ada akan terserap untuk memenuhi kebutuhan nasional, kelebihan stok seperti saat ini dapat diminimalisir.

“Mudah-mudahan ya, kita berharap lah supaya ada hal yang positif,” ucapnya.

Selama ini potensi garam di NTB cukup besar, terlebih ada lima kabupaten menjadi sentra produksi garam. Diantaranya ada di Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Bima, Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat. Apalagi total produksinya sendiri besar, hanya saja belum dibarengi dengan kualitas garam dihasilkan para petani yang rata-rata masih dalam kualitas 2-3.

Sementara itu, ada beberapa koperasi maupun kelompok usaha masyarakat yang melakukan budidaya garam. Nantinya investor akan menyerap garam yang diproduksi petani garam, sehingga akan ada petani plasma yang menjadi mitra perusahaan atau investor tersebut.

“Produksi petani garam dapat diserap bila hasilnya berkualitas dan untuk dapat diserap harus memenuhi standar produksi yang baik,” terangnya.

Dikatakan Yusron, melalui bantuan pemerintah pusat saat ini pihaknya tengah menunjuk pilot projek terkait rumah tunnel garam pada tiga titik. Diantaranya ada di Jerowaru Lombok Timur (Lotim), Praya Timur Lombok Tengah (Loteng) dan juga di Sekotong Lombok Barat (Lobar).  Rumah tunnel ini adalah satu teknologi untuk meningkatkan kualitas garam. Ada tiga titik sebagai pilot projek kalau ini berhasil akan dievaluiasi dan kemudian bisa didorong dan kembangkan agar masyarakat  bisa menggunakannya.

Yusron, berharap industrialisasi garam bisa dipercepat dengan hadirnya investor. Untuk itu, industrialisasi hadir, maka ekstensifikasi lahan sekaligus peningkatan kualitas proses produksi garam rakyat dapat dilakukan.

“Ini investor dalam negeri, kita lihat nanti apakah buat pabrik besar atau bagaimana,” tandasnya. (dev)