Investor Segera Ratakan Kembali Pasir Pantai

PASIR : Dua wisatawan melintas di gundukan pasir sebagai lokasi pembangunan hotel di Pantai Batu Bolong kemarin (HERY/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG – Proyek pengerjaan hotel di kawasan Pantai Batu Bolong Dusun Batu Bolong Kecamatan Batu Layar dikeluhkan wisatawan. Di sekitar pantai terdapat tumpukan pasir yang mengganggu kenyamanan pengunjung. Atas hal ini, pihak investor berjanji akan segera meratakan tumpukan tanah dan pasir tersebut seperti sedia kala. “ Secepatnya pasir akan diratakan, tapi kami meminta tolerasi menunggu pondasi kolam renang yang sedang dikerjakan tuntas,” kata Direktur Beach Club Jones San Martin Falcon kepada wartawan, Minggu (2/10).

Pasir akan kembali dimasukkan dan menjadi pondasi kolam. Kalau dipaksakan sekarang maka itu tidak bisa. Ia mengaku tidak ada keluhan wisatawan, namun memang ada keluhan dari sesama pengelola bisnis. Tumpukan material diakui membuat air keruh, tetapi tidak tercemar. “ Soal kondisi air laut biasa karena penggalian kolam itu bercampur pasir dengan tanah sehingga tanah tertumpuk itu kena air pasang ombak sehingga berubah warnanya. Tapi itu bukan pencemaran,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan sengaja membuat pembatas supaya tidak ada saling klaim antar pemilik usaha.

Soal proyek ini ia menegaskan sudah melengkapi izin. Di tempat ini akan dibangun hotel, restoran dan kolam renang di atas lahan seluas sekitar 30 are. Pihaknya menargetkan pekerjaan tuntas pada bulan Maret tahun depan.(flo)

Sebelumnya, ada aktivitas pembangunan hotel baru di kawasan pantai Batu Bolong. Galian pasir untuk kepentingan pembutan kolam renang hotel mengganggu kenyamanan wisatawan yang ingin menikmati keindahan pantai setempat kemarin. Material galian menumpuk di area pantai. Seharusnya pemilik hotel memberikan penanda atau garis pembatas sehingga wisatawan bisa nyaman. “ Wisatawan terganggu karena gundukan pasir yang membuat air laut kotor. Seharusnya ada pagar atau penanda lainnya,” ungkap Kasi Trantib Kecamatan Batulayar Herman Rogo kepada Radar Lombok, Jumat (30/9) lalu.

Setelah ia mendapatkan informasi soal ini, Herman turun meninjau beberapa kali. Ia meminta pekerja tidak membiarkan pasir  berada di pinggir pantai tanpa pembatas. Namun selama ini permintaan tersebut tidak diindahkan. “ Saya sudah menyampaikan ke Sat Pol PP kabupaten agar ini ditindaklanjuti,” terangnya.

Pihaknya sudah memeriksa dokumen pembangunan. Pemilik sudah memenuhi dokumen kelengkapan yang dikeluarkan SKPD terkait. Yang menjadi persoalan hanyalah material pasir.

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid