Investor Mulai Pertanyakan Kejelasan Investasi di KLU

Investor Mulai Pertanyakan Kejelasan Investasi di KLU
INVESTOR: Pertokoan di wilayah Kecamatan Pemenang banyak yang mengalami kerusakan akibat gempa. Para investor pun mepertanyakan, kapan mereka bisa membangun kembali. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Mitigasi bencana pascagempa di Kabupaten Lombok Utara (KLU) belum juga turun dari pusat. Mitigasi yang di dalamnya memetakan zona-zona yang aman untuk membangun, sangat ditunggu karena menyangkut kelajutan investasi para investor yang sudah masuk ke KLU sebelum gempa. “Sudah ada beberapa investor yang menanyakan kapan bisa merealisasikan. Namun kami sampaikan belum bisa karena masih menunggu revisi RTRW dan mitigasi bencana,” ujar Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) KLU, Yarsa kepada Radar Lombok, Jumat (19/10).

Investor yang bertanya ini, umumnya di bidang pariwisata dan perdagangan. Namun yang terbanyak adalah mereka yang akan membangun pertokoan. Terlebih pertokoan di KLU, banyak yang mengalami rusak berat.

BACA JUGA: Butuh Rp 368 Miliar Bangun Kembali Gedung Pemerintah di Lombok Utara

Akan tetapi jika melihat waktu yang tinggal dua bulan lebih pada 2018 ini, kemungkinan besar revisi RTRW dan mitigasi bencana belum bisa direalisasikan, begitu juga kelanjutan investasi tahun ini. “Otomatis target investasi yang sudah kita tetapkan tidak bisa memenuhi target,” katanya.

Pemerintah pusat sendiri menargetkan pemulihan pascagempa selama enam bulan, mulai Agustus 2018 sampai Februari 2019. Dengan waktu dan pekerjaan yang tersisa, sepertinya tidak bisa sesuai target. “Mudah-mudahan tahun depan bisa kita pulih kembali,” harapnya.

Berdasarkan data investasi triwulan kedua sebelum gempa, realisasi investasi di KLU sebesar Rp 213.022.943.765. Realisasi ini masih jauh dari rencana nilai investasi mencapai Rp 61.751.342.953.722. (flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut