Investor Habib Komitmen Bangun Hotel Terapung di Lombok Timur

SERIUS : Investor Hotel Terapung di Lombok Timur melakukan pertemuan bersama Kepala DPMPTSP NTB Muhammad Rum untuk memastikan kesiapannya memulai proyek investasi hotel terapung di tiga gili di Lotim, Selasa (2/8). (RATNA / RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pengusaha sekaligus investor asal Jakarta Habib Abdul Kadir Assegaf menunjukkan komitmennya untuk berinvestasi dalam pembangunan hotel terapung di tiga Gili di Kabupaten Lombok Timur.

“Kita sedang mencoba bangun surya resort di Tiga Gili di Lombok Timur. Kita ingin membawa nuansa Maldives dan kombinasi water villa (hotel terapung) dan beach villa (resort) yang ada Gili sana,” ungkap Habib Abdul Kadir Assegaf saat rapat koordinasi terkait investasi di wilayah pesisir dan pulau kecil, Selasa (2/8).

Tak tanggung-tanggung nilai investasi yang digelontorkan Habib untuk pembangunan resort tersebut mencapai Rp335 miliar. Pertama 80 resort akan dibangun di Kawasan Gili Bidara, sebanyak 40 unit diantaranya untuk dibangun hotel terapung dan 40 lainnya untuk hotel di daratan.

“Pembangunan pertama akan dilakukan di Gili Bidara. Selanjutnya jika permintaannya bagus akan dilakukan lagi di Gili Kondo,” tuturnya.

Baca Juga :  Minyak Goreng di NTB Semakin Langka

Selain memiliki nilai jual yang tinggi, tiga gili tersebut dipilih Habib lantaran panoramanya sudah melebihi keindahan wisata di Maldives. Di mana ada Gunung Rinjani yang mengelilingi kawasan Gili Bidara. Kemudian dekat dengan Teluk Saleh, sehingga memungkinkan wisatawan melihat hiu.

“Yang ingin dibranding adalah wisata halal di tiga gili, halal destinasi. Pulau Lombok punya keindahan, seperti Bali, tapi Bali belum tentu punya Lombok,” ucapnya.

Bukti keseriusan Habib dalam membangun resort di tiga Gili, pihaknya sudah menurunkan perusahaan bidang hospitality yang cukup prosesional dibidangnya untuk melakukan visibilitas. Kemudian menunjuk konsultan perencana dalam proses pembangunannya. Nantinya hasil rancangan mereka akan diimplementasikan dalam proyek ini.

“Di Pulau itu kita sudah melakukan soil investigation untuk melihat daya dukung daripada tanah di sana,” ujarnya.

Baca Juga :  Pekerja Bergaji di Bawah Rp 3,5 Juta Dapat Subsidi Upah Rp 1 Juta

Hanya saja untuk pembangunannya ada beberapa tahapan yang mesti dilewati. Diantaranya memperjelas hak atas tata ruang tiga Gili tersebut.

“Kita akan mengajukan permohonan supaya kita diberikan hak guna bangunannya, sehingga sudah punya alas hak atas pengelolaan kawasan tiga Gili di Lombok Timur,” tandasnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan  Terpadu Satu Pintu, Mohammad Rum mengatakan bahwa hasil dari pembicaraan dengan Kementerian Kelautan di Jakarta,  Di mana hak atas atas tiga Gili tersebut berada di tangan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

”Tentunya ini menggembirakan sekali, karena itu hak daerah. Artinya tidak masalah, ketika masuk surat permohonan dari investor ke Pemerintah Lombok Timur akan clearkan, atas hak dapat diajukan ke KKP untuk rekomendasi pengelolaan tiga gili,” tandasnya. (cr-rat)