Investor Bandung Bangun Pabrik Pengolahan Rumput Laut Senilai Rp 10 Miliar

Rumput Laut Mulai Diolah untuk Bahan Kosmetik

Petani rumput laut saat melakukan panen.
Petani rumput laut saat melakukan panen.

MATARAM – Petani rumput laut di Provinsi Nusa Tenggara Barat sudah bisa bernafas lega. Pasalnya, produksi rumput laut yang selama ini kesulitan untuk pemasarannya, kini sudah bisa diserap oleh salah satu perusahaan industri pengolahan yang akan beroperasi dalam waktu dekat.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB. H Lalu Hamdi mengatakan, dalam waktu dekat ini perusahaan CV Ocean Fresh akan mulai melakukan  pengolahan rumput laut menjadi bahan kosmetik.

“Bulan April mendatang, pengolahan rumput laut menjadi bahan kosmetik mulai diproduksi,” kata Lalu Hamdi, Kamis kemarin (22/3).

Hamdi mengaku jika perusahaan dari CV Ocean Fresh milik pengusaha asal Bandung ini sudah cukup lama mulai menjajaki peluang untuk berinvestasi di sektor industri olahan rumput laut menjadi bahan kosmetik. Berbagai tahapan sudah lama dipersiapkan oleh pihak investor, mulai dari pemilihan lokasi, kesiapan infrastruktur termasuk menjajaki peluang kerjasama dengan mitra selaku pihak kedua dalam hal ini kelompok tani rumput laut.

Perusahaan ini menanamkan investasinya sebesar Rp10 miliar untuk membangun pabrik pengolahan rumput laut menjadi bahan kosmetik. Pengolahan rumput laut menjadi bahan kosmetik ini dalam perbulannya membutuhkan sedikitnya 10 ton yang akan menghasilkan produk  bahan kosmetik sekitar 500 kilogram dengan sasaran pasaran dalam negeri.

Perusahaan CV Ocean Fresh ini nantinya akan bermitra dengan kelompok tani budidaya rumput laut Kertasari yang selama ini sudah memproduksi rumput laut jenis spinosum.  Rumput laut jenis spinosum inilah yang akan menjadi bahan baku olahan untuk kosmetik dari CV Ocen Fresh.

Hamdi mengatakan bahwa pihak perusahaan telah menargetkan operasional mulai April mendatang,  maka CV Ocean Fresh sudah mulai melakukan berbagai pembenahan, mulai dari proses pembangunan infrastruktur pabrik termasuk mendatangkan dan pemasangan mesin produksi. Selain itu, proses perijinan untuk investasi pengolahan rumput laut menjadi kosmetik ini juga hampir rampung.

”Sekarang ini pihak investor bersama pemerintah daerah sedang proses penyusunan dokumen kerjasamanya. Kita harapkan target April sudah operasional bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Selain mendatangkan investor untuk pengolahan rumput laut, lanjut Hamdi, pihaknya juga secara intens mendorong dan membina pelaku usaha untuk memanfaatkan produksi rumput laut menjadi produk pangan olahan konsumsi. Seperti dodol, rengginang, kerupuk,hingga kopi berbahan baku rumput laut. Hingga sekarang ini, jumlah UMKM (usaha mikro,kecil dan menengah) yang mengolah rumput laut di Provinsi NTB 2017 sebanyak 176 UMKM dengan menyerap bahan baku rumput laut mencapai 33.521 ton.

“Sekarang ini kami mendorong petani rumput laut menjalin kemitraan dengan UMKM pangan olahan,” harapnya. (cr-isn)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut