Investasi Rendah, Dukungan Pemkab Minim

H Makmun

MATARAM – Data Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BKPM-PT) Provinsi NTB mencatat, realisasi investasi terendah diraih oleh Kabupaten Lombok Timur.

Dukungan pemerintah  setempat yang minim dinilai menjadi penyebab utama. Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menjadi daerah di Provinis NTB yang realisasi investasinya tertingi  pada periode Januari-Juni 2016 mencapai Rp 3,813 triliun atau 88,78 persen. Sementara realisasi investasi terendah di Kabupaten Lombok Timur sebesar Rp 2,827 miliar atau 0,07 persen.

Anggota DPRD Provinsi NTB dari Daerah Pemilihan (Dapil) Lombok Timur  H Makmun engatakan, dukungan pemkab selama ini minim. Bentuk dukungan yang seharusnya diberikan oleh pemkab dalam bidang pariwisata misalnya, seharusnya penyediaan sarana dan prasarana menuju obyek wisata disiapkan. Namun faktanya, sampai saat ini infrastruktur jalan masih memprihatinkan. 

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengaku   di  Lombok Timur kerap kali investor mengeluh. “Saya dengar  langsung keluhan investor, katanya mereka sulit  mengurus masalah izin. Tidak mudah mendapatkan dukungan dari Pemkab Lotim,” bebernya.

Makmun sendiri tidak mengetahui alasan pemkab yang tidak memberikan akses kemudahan bagi investor. Padahal potensi  di Lombok  Timur sangat besar jika mampu dikembangkan. Kesejahteraan rakyat tentunya akan sulit tercapai apabila kondisi seperti ini tidak berubah.

Menurutnya, pemkab harus menyikapi rendahnya realisasi investasi dengan membuat kebijakan yang bisa mempermudah investor. Bukan malah sebaliknya mempertahankan ego sehingga investor sendiri tidak nyaman. “Harus ada kebijakan yang nyata, buat investor enak. Infrastruktur juga mendukung, pasti investor senang,” kata Makmun.

Misalnya saja dalam kasus investasi pengelolaan di Hutan Lindung Sekaroh, kecamatan Jerowaru. Investasi yang nilainya triliunan oleh PT Eco Solution Lombok (ESL) itu sampai saat ini tidak bisa berjalan karena tidak adanya dukungan dari Pemkab Lotim. “Ini kan malah saling berseteru antara pemkab dengan pemprov, yang rugi tentu kita semua. Sinergiats itu sangat penting, buang ego amsing-masing,” sarannya.

Selain itu, potensi-potensi  di Lombok Timur juga kurang dipromosikan ke luar daerah apalagi luar negeri. Hal sangat berbeda dengan kabupaten lain yang begitu gencar melakukan promosi. Makmun berharap pemkab bisa berbenah untuk memajukan daerah Lombok Timur kedepannya.

 “Kita harus bisa lebih baik lagi, dukungan pemkab  harus nyata,” pesan Makmun.

Kepala BKPM-PT Provinsi NTB  Chaerul Mahsul menegaskan, semua daerah di NTB memiliki potensi yang sama untuk dikembangkan.  Pemerintah provinsi juga tidak pernah  mengutamakan daerah-daerah tertentu, namun  adanya perbedaan yang mencolok antar daerah disebabkan banyak faktor.

Sinergitas antar pemprov dan pemkab menjadi sesuatu hal yang sangat penting. Tanpa adanya kerjasama yang baik, maka akan sulit mendatangkan investor meski potensi yang ada sangat besar. “Kerja sama dan kemudahan dalam hal perizinan menajdi kuncinya,” terangnya.

Data BKPM-PT ini langsung ditanggapi Wakil Bupati Kharerul Warisin. Ia mengatakan, bicara masalah inivestasi di  daerah ini sejauh ini tidak ada masalah. Semuanya berjalan aman.  Saat ini lanjutnya, telah banyak pengusaha dan investor dari luar daerah menanam modal untuk berinvestasi di Lotim. Baik itu investasi di sekotor pertambangan, parawisata dan sektor –sektor yang berpotensi untuk dikembangkan para investor tersebut. ‘’ Beberapa wilayah di Lotim sudah banyak  yang melakukan investasi dan mereka sangat aman,'' terangnya.

Begitu juga dengan investasi di sektor parawisata.  Telah banyak investor yang berminat   berinvestasi di daerah ini. Hal itu bisa dilihat, dengan keberadaan sejumlah vila yang dibangun  oleh para investor dari dalam negeri maupun luar negeri.  ‘’ Mereka semua berjalan bagus, tidak pernah sepi pengunjung. Bahkan sampai ada  penginapan  Rp 4 juta permalam,” terang Warisin.

Dengan ini, ia merasa tidak sepaham kalau Lotim dianggap daerah dengan realisasi investasi masih rendah.  Investasi yang lain, saat ini Lotim juga menjalin kerja sama dengan pengusaha luar untuk melakukan investasi bahan bakar minyak (BBM) ‘’ Jadi investasi di Lotim sangat banyak,” pertegasnya.

Dikatakan Warisin,  apa yang disampikan BKPM-PT itu karena tidak melihat secara keseluruhan kondisi investasi yang sebenarnya di Lotim. ‘’ Mungkin mereka hanya melihat dari sisi parawisata saja, tidak secara keseluruhan,” sebutnya.

Saat ini terangnya, pemkab setempat sedang gencar mendorong pertumbuhan investasi secara besar-besaran. Ini dibuktikan, dengan  masuknya  sejumlah investasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Bahkan keberadaan investasi itu, sama sekali tidak ditemukan di kabupaten lain.

‘’ Hanya kita yang berani menginvestasikan diri untuk membangun kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Pihaknya selama ini kata Warisin, memberikan kemudahan bagi para investor yang melakukan investasi di daerah ini khususnya menyangkut persoalan izin. ‘’ Kita tidak ada neko-neko, terutama soal perizinan. Semuanya disesuaikan dengan perda dan keputusan yang telah disepakati dengan dewan. Selama ini kita tidak pernah mendengar investor itu terbelit dengan izin,” tutup Warisin.

Kabid Kabid Penanaman Modal Badan Lingkungan Hidup Penanaman Modal (BLHPM) Lotim Jalaluddin mempertanyakan data yang dikeluarkan pihak BKPM –PT NTB yang menyebut Lotim sebagai daerah dengan realisasi investasi terendah dari 10 kabupaten/kota. Selain itu ia juga menanyakan dari mana mereka mendapatkan data tersebut.

‘’ Data itu baru masuk, kita pertanyakan apa dasarnya provinsi membuat data itu?,” katanya.

Untuk lebih pasti , mereka pun segera akan mendatangi provinsi untuk memperjelas data yang mereka keluarkan itu. '' Kita  tanya ke provinsi dulu, mungkin hari Rabu sudah kelar,” jawabnya. (zwr/lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid