Insentif Tak Kunjung Cair, Nakes di Kota Mataram Diminta Bersabar

NAKES: Lantaran masih terkendala persoalan data, hingga kini insentif para tenaga kesehatan (Nakes) di lingkup Pemkot Mataram tak juga kunjung dicairkan. (SUDIR/RADAR LOMBOK0

MATARAM —Meski pemerintah telah menjanjikan insentif bagi para tenaga kesehatan (Nakes) akan segera dicairkan. Namun faktanya hingga kini insentif Nakes tak juga kunjung cair. Itu terjadi, lantaran masih ada beberapa kendala yang dihadapi Pemerintah Kota Mataram. Salah satunya syarat penerima Nakes, yakni terkait data penerima.

Hal itu diakui Plt Direktur RSUD Kota Mataram, Lalu Martawang, bahwa untuk penerima insentif Nakes memang masih bergelut dengan persoalan data penerima. “Kalau data ini sudah rampung, tinggal dicairkan. Yang jelas data penerima tidak bisa dimanipulasi maupun dipermainkan untuk meraup keuntungan,” katanya kepada Radar Lomok, Rabu kemarin (28/4).

Awalnya, pencairan akan dilakukan pada  Senin lalu (19/4). Bahkan Sekda Kota Mataram dan BKD sudah melakukan rapat koordinasi, untuk pembahasan tekait dengan teknis pencairan insentif Nakes yang sudah disediakan. Termasuk beberapa kali Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana meminta Kepala BKD HM Syakirin mencairkan insentif Nakes itu.

BACA JUGA :  Banyak Anak Terpisah dari Orang Tua Saat Asyik Mandi di Pantai

Pemkot Mataram telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 45 miliar, sesuai dengan kemampuan daerah, yakni 50 persen pemberian insentif bagi Nakes, termasuk untuk beberapa kebutuhan dalam penanggulangan Covid-19.

Martawang menjelaskan, saat ini untuk pemutahiran data penerima sedang dikerjakan kembali dari RSUD Kota Mataram dan Dikes Kota Mataram. Beberapa perubahan dan perbaikan data dikerjakan kembali. Karena mekanismenya sangat ribet. Insentif hanya akan diberikan kepada Nakes yang betul-betul kerja sejak bulan Oktober, November, dan Desember tahun 2020 lalu.

Besaran insentif Nakes ditetapkan dalam Surat Menteri Keuangan Nomor 113 tahun 2021. Besaran disesuaikan dengan kemampuan daerah, tidak merujuk pada insentif pusat yang digelontorkan Kemenkes. Dimana untuk dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, maupun tenaga kesehatan lainya.

BACA JUGA :  Mataram Gagal dapat Jatah CPNS

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Mataram, H Muhtar mengatakan, untuk pencairan insentif Nakes saat ini sangat dibutuhkan. Karena para tenaga kesehatan sudah lama bekerja sejak tahun 2020 lalu. Selain itu juga sudah lama dijanjikan pemerintah. Apalagi kebutuhan saat ini di bulan suci Ramadan terus bertambah. “Kita minta ada kejelasan. Jangan sampai terus ditunda,” tegasnya.

Pihaknya juga meminta TAPD maupun dinas terkait untuk memperjelas kembali. Karena insentif Nakes ini sudah lama diwacanakan. Sementara para Nakes sudah bekerja keras dalam penanganan dan pencegahan virus Covid-19. “Sudah terhitung setahun lebih mereka kerja keras. Jadi harus diberikan perhatian penuh oleh Pemerintah Kota Mataram. Apalagi nakes ini salah satu garda terdepan kita,” singkatnya. (dir)