Insentif Nakes Tak Kunjung Dicairkan

NAKES : Nakes di Kota Mataram terus dijanjikan untuk pembayaran tunggakan insentif penanganan pasien Covid-19 yang kini ditanggung pemerintah daerah. (DOKUMEN/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Tenaga kesehatan (nakes) Kota Mataram rupanya dituntut memiliki kesabaran super. Karena tunggakan empat bulan untuk insentif nakes tahun lalu tak kunjung dibayarkan. Padahal nakes sudah terlalu sering diberikan angin surga untuk pencairan tapi tak kunjung dicairkan.

Perlu diulas lagi, tunggakan empat bulan insentif nakes terhitung dari bulan September-Desember 2020. Beban pembayaran insentif ini tak lagi ditangani pemerintah pusat melainkan dilimpahkan ke pemerintah daerah.

Sejak jauh hari, Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram menyatakan siap untuk memproses pencairan insentif nakes ini. Tapi alasannya masih sama, pembayaran insentif nakes sudah diusulkan. ‘’Sudah kita usulkan semuanya ke BKD (Badan Keuangan Daerah) Kota Mataram. Sudah kita usulkan,’’ ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr Usman Hadi, kemarin (5/4).

BACA JUGA :  Transportasi Berbasis Online Bisa Picu Masalah

Tentang jumlah nakes yang diusulkan oleh Dinas Kesehatan, Usman mengatakan seluruhnya diserahkan kepada masing-masing kepala puskesmas. Begitu juga dengan besaran insentif yang diterima, sudah diserahkan dengan perhitungan menggunakan rumus yang ditentukan Kementerian Kesehatan. Yakni berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 278 Tahun 2020 tentang Pemberian Insentif dan Santunan Kematian bagi Tenaga Kesehayang yang Menangani Covid-19. ‘’Makanya itu nanti yang diusulkan oleh kepala puskesmas,’’ ungkapnya.

Rumus untuk besaran insentif maupun jumlah nakes yang menerima cukup rumit. Karena bergantung dengan jumlah kasus Covid-19 yang ditangani. ‘’Misalnya di puskesmas A ada 150 kasus, berarti 150 kasus dibagi 200 dikalikan 20. Itu orangnya. Berapa yang dapat dari sekian orang itu, dibagi lagi 22 hari kerja lalu dikalikan lima juta. Itu ada rumusnya. Kepala puskesmasnya yang tahu yang diusulkan, saya tidak tahu,’’ terangnya.

BACA JUGA :  Honorer Pemkot Tewas di Home Stay

Usman juga memastikan, melalui proses refocusing Kota Mataram sudah menyiapkan anggaran untuk pembayaran insentif nakes. Tapi dirinya tidak mengetahui kenapa insentif nakes belum dibayarkan hingga saat ini. ‘’Saya belum tahu kenapa belum dibayarkan. Itu bisa ditanyakan ke BKD,’’ terangnya.

Secara keseluruhan, untuk perbulannya, Dikes mengalkulasikan ada Rp 4,5 miliar untuk pembayaran insentif nakes per bulannya. ‘’Kalau vaksinator belum. Ini untuk insentif nakes tahun 2020 dan 2021,’’ pungkasnya.

Senada dengan Sekda Kota Mataram, Dr H Effendi Eko Saswito, untuk pembayaran tunggakan insentif nakes sedang diproses oleh BKD. ‘’Nanti langsung ke rekening masing-masing penerima,’’ katanya. (gal)