Inovasi Kunci Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

MATARAM – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB, Julmansyah, menunjukkan trend yang baik direspon publik. Perpustakaan salah satu sarana untuk peningkatan kualitas SDM suatu daerah atau bangsa, dan merupakan institusi penting dalam unit pendidikan, yang tidak bisa sebelah mata. Sementara kearsipan adalah cerminan kita dalam menghargai catatan masa lalu.

Selama dalam tahun 2021, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB dalam kondisi pembiayaan terbatas, mampu memberikan layanan bagi pemustaka atau pengunjung perpustakaan. Salah satu indikatornya adalah total pengunjung/pemustaka selama tahun 2021 pada semua jenis layanan atau inovasi layanan perpustakaan.

Tahun 2021 merupakan tahun pandemi Covid-19, tetapi tidak menyurutkan pelayanan publik. Melalui sejumlah inovasi selama tahun 2021, Dinas perpustakaan meluncurkan inovasi yang memungkinkan publik mudah meng-akses sumber bacaan – sumber  pengetahuan. Inovasi tersebut diantaranya Perpustakaan elektronik (NTBelib) sebagai sarana digital, Mobil Feeling (Kafe Literasi Keliling), Pojok Baca Digital (POCADI) di Islamic Centre.

Indikator kunjungan selama tahun 2021 sebanyak 24.457 pengunjung. Jumlah ini sebanyak 19.352 pengunjung (79%) dari layanan umum Perpustakaan Daerah,  Layanan Pojok Baca Digital di Islamic Centre sebanyak 3.741 (15%), kunjungan ke NTBelib sebanyak 471 (2%), Kafe Literasi Keliling sebanyak 552 pengunjung atau 2% dan kunjungan pada i-Deposit sebanyak 341 (2%). Sementara kunjungan selama tahun 2020 total kunjungan sebanyak 12.308 yang bersumber dari dua jenis layanan yakni Layanan Umum Perpustakaan dan layanan i-Deposit. Telah terjadi peningkatanpengunjung sebanyak 50,3%. Hal ini diakibatkan karena adanya inovasi layanan perpustakaan, sehingga memberikan banyak pilihan pada pemustaka atau masyarakat umum.

BACA JUGA :  557 Peserta Tes UTBK-SBMPTN Gelombang I Didiskualifikasi

Sementara tahun 2021 terjadi peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) NTB dari peringkat 14 di tahun 2020 menjadi peringkat 10 di tahun 2021. Indeks yang setiap tahun dirilis Perpustakaan Nasional, sebagai instrumen Perpustakaan nasional melakukan monitoring dan pengawasan pembangunan literasi.

Terkait penyekenggaraan kearsipan Prov NTB, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan merupakan LKD (Lembaga Kearsipan Daerah), yang bertugas, membina, mengawasi penyelenggaraan arsip internal OPD Prov NTB. Idealnya setiap tahun melakukan pengawasan internal pada OPD Prov NTB. Pengawasan Kearsipan adalah proses kegiatan dalam menilai kesesuaian antara prinsip, kaidah, dan standar kearsipan dengan penyelenggaraan kearsipan

BACA JUGA :  Dua SMK Belum Siap Menjadi BLUD

Peraturan Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2019 Tentang Pengawasan Kearsipan, disebutkan Dinas perpustakaan dan Kearsipan Provinsi sebagai LKD (Lembaga Kearsipan Daerah) melakukan pengawasan internal terhadap OPD Provinsi.

Pada tahun 2021, telah dilaksanakan pengawasan penyelenggaraan keaersipan OPD oleh Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) provinsi. Adapun hasil pengawasan bahwa sebanyak 26 OPD Provinsi NTB kategori cukup dan kurang. Sebanyak 5 OPD kategori Baik, sebanyak 4 OPD kategori Sangat Baik dan 6 OPD kategori Memuaskan. OPD Provinsi yang berkatori Memuaskan yakni BAPPEDA Prov NTB, Biro Umum Setda Prov NTB, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Prov NTB, BPKAD Provinsi NTB, Dinas Perdagangan Prov NTB dan Dinas Perhubungan Prov NTB.

OPD merupakan unit pencipta arsip dinamis yang seharusnya diolah melaui record centre dan memiliki arsiparis atau petugas mengelola arsip. Setiap OPD memiliki DPA (Daftar Pencarian Arsip), dan arsip tidak lagi dimasukkan dalam karung dan ditumpuk-tumpuk di pojok ruangan. (adi)