Inovasi Abdul Hadi, Olah Gula Aren Jadi Es Krim

Belajar di Internet, Omzet Jutaan Rupiah

Gula Aren
ES KRIM : Abdul Hadi memamerkan produksi es krim gula arennya saat acara di kantor Bupati Lombok Barat yang dihadiri Wakil Gubernur NTB Dr. Hj Siti Rohmi Djalilah kemarin. (Fahmy/Radar Lombok)

Lombok Barat adalah kabupaten penghasil gula aren. Belakangan gula aren kurang diminati pembeli. Abdul Hadi tidak putus semangat. Ia mengolah gula aren jadi es krim.


ZULFAHMI-LOMBOK BARAT


Langko Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat merupakan desa penghasil air nira. Nira merupakan bahan dasar pembuatan gula aren. Dusun Longseran Barat Selatan (LBS) Desa Langko adalah tempat tinggal Abdul Hadi, seorang warga yang membuat es krim berbahan gula aren.

BACA JUGA: Inovasi Rahmawati Mengubah Daun Kelor Menjadi Teh

Kepada Radar Lombok Hadi menuturkan bagaimana usahanya membuat gula aren menjadi es krim. Usahanya ini ia mulai sekitar tiga bulan lalu.  Ide awalnya muncul saat khawatir es krim yang selama ini dijual di toko-toko tidak hanya menggunakan pemanis buatan.” Es krim buatan kita ini sehat dan menyehatkan, untuk anak-anak tidak akan merusak gigi, “ ungkapnya saat ditemui kemarin di kantor Bupati Lombok Barat.

Peduli terhadap kesehatan anak-anak inilah yang memotivasi dirinya melakukan ujicoba membuat es krim. Ia belajar lewat internet. Setelah beberapa kali bereksperimen, produksinya siap dipasarkan. Ia juga termotivasi setelah mendapat tantangan dari Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Sumiatun untuk membuat banyak es krim untuk dihidangkan di suatu acara resmi.

BACA JUGA: Kerajinan Tikar “Mendong Paok Pondong” yang Nyaris Punah

Saat ini ada tiga jenis produk yang dihasilkan oleh LBS Mandiri yang dipimpin Hadi. Ada es krim stik, es krim kemasan dan es gula batu. Untuk penjualan, produknya dipasarkan melalui online dan media sosial serta dari mulut ke mulut, terutama pada saat acara syukuran dan acara ulang tahun. Pada acara-acara tersebut pelanggan sering menggunakan produk es krim gula aren untuk hidangkan kepada tamu.”Sudah banyak yang minta pesan, saat ulang tahun dan acara pesta,” jelasnya.

Soal harga tidak mahal. Hanya Rp 2 ribu per biji. Ia melakoni usaha ini berdua saja dengan istrinya. Namun karena order kian banyak, ia mempekerjakan enam orang. Omzetnya mencapai jutaan rupiah per bulan.”Alhamdulillah tiap bulan bisa mencapai jutaan rupiah, dan akan terus kita kembangkan,” pungkasnya.(*)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid