Innalillahi Wainnailaihirojiun, Mantan Rektor Unram Prof Sunarpi Tutup Usia

Prof .Ir .H. Sunarpi, PH.D

MATARAM-Kabar duka menyelimuti keluarga besar Universitas Mataram (Unram). Mantan Rektor Unram periode 2009 – 2017, Profesor Ir. H. Sunarpi, Ph.D, tutup usia setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Provinsi NTB, Kamis (24/12/2020).

Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. Lalu Hamzi Fikri menuturkan, dari catatan pihaknya, pasien Prof. Sunarpi sebelumnya terkonfirmasi positif Covid-19 sebelum menjalani perawatan di RSUD Provinsi.

“Catatan kami RSUD Provinsi menerima pasien (Prof Sunarpi) ini hari Minggu 13 Desember 2020, sekitar pukul 21.52 Wita. Pasien adalah rujukan RS Unram dengan konfirmasi Covid-19. Sesuai hasil swab pertama tanggal 10 Desember 2020 hasil positif Covid-19, dengan gejala sesak nafas berat dan disertai comorbid (ada penyakit penyerta),” tuturnya saat dikonfirmasi radarlombok.co.id, Kamis sore (24/12/2020).

Namun, lanjut Hamzi, setelah menjalani pemeriksaan swab dua kali di RSUD Provinsi, Prof. Sunarpi dinyatakan negatif terpapar Covid-19.

“Pasien (Prof Sunarfi) dirujuk melalui dropzone Irna C, dan di rawat di Ruang Isolasi ICU Otak Koko. Pasien dirujuk dengan indikasi ICU tanggal 17 Desember 2020 hasil swab pertama negatif Covid-19 dan Tanggal 21 Desember 2020 hasil swab ke dua negatif Covid-19,” lanjutnya.

Meski sudah menjalani perawatan secara maksimal, sambung Hamzi, Prof Sunarpi tidak dapat ditolong hingga menghembuskan nafas terakhirnya diruang perawatan.

“Pasien meninggal dunia hari ini Kamis tanggal  24 Desember 2020, sekitar pukul 10.00 Wita, Saya sendiri berada di ruang isolasi memantau beliau di saat-saat terakhir,” ungkapnya.

Hamzi juga menegaskan, bahwa almarhum Prof Sunarpi meninggal dunia tidak positif Covid-19. “Jadi saya tegaskan pasien (almarhum Prof .Ir .H. Sunarpi, PH.D meninggal dunia telah dilakukan swab dengan hasil negatif Covid-19,” tegasnya.

“Jadi tidak dengan protokol Covid. Siang tadi setelah almarhum dimandikan di bagian forensik atas permintaan keluarga, petugas kami membawa jenazah tanpa  baju Hamzmat  ke Universitas Mataram dan disholatkan di Rektorat Unram  sebelum di bawa ke Lombok Tengah,” ungkapnya.

Hamzi juga ikut berbela sungkawa atas kepergian guru besar yang telah banyak berkontribusi di dunia pendidikan tersebut, dengan mendoakan semoga almarhum khusnul khotimah. “Turut berduka cita yg mendalam, kita doakan  semoga almarhum khusnul khotimah,” tutupnya. (sal)