Ini Tanggapan TGB Terkait Dugaan Gratifikasi Divestasi Saham Newmont

TGB M. Zainul Majdi
TGB M. Zainul Majdi (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Akhir masa jabatan TGB HM. Zainul Majdi sebagai Gubernur NTB berbarengan dengan mencuatnya pemberitaan dugaan gratifikasi di balik divestasi saham Newmont. Salah satu majalah nasional bahkan menjadikan kasus ini sebagai ulasan utama lengkap dengan cover yang memuat gambar TGB. Ketua PBNW ini menyatakan pemberitaan seputar kasus ini telah menyerang integritasnya. Ia akan melawan demi integritas diri dan keluarga.

Kasus ini memang tengah didalami oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). TGB diduga telah menerima gratifikasi dalam proses divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) saat ia menjabat sebagai gubernur di periode pertama. Pemberitaan ini kemudian ramai menjadi perbincangan publik.

Kepada koran ini, TGB menegaskan dirinya tidak pernah menerima aliran dana gratifikasi dari proses divestasi saham. Ia juga menyatakan tidak gentar dengan masalah hukumnya ini.” Tidak apa-apa,” ungkapnya kemarin.

Dalam catatan sejarah NTB, ada nama H. Lalu Serinate mantan Gubernur NTB yang terlilit kasus. Serinate yang menjadi gubernur hingga 2008 divonis bersalah tidak lama setelah masa pengabdiannya selesai. Ia divonis 5 tahun penjara karena melakukan korupsi APBD.

Bagi TGB, masalah hukum harus dihadapi dengan tegar. Tudingan korupsi ini dia anggap sangat merusak kehormatannya. “ Saya akan tegak membela kehormatan diri,” tegasnya.

Kasus ini berimbas ke nama besar keluarga. TGB lahir dan besar di lingkungan pesantren.” Kehormatan diri dan kehormatan keluarga akan saya bela,” ungkapnya.

Sebagian orang percaya TGB terlibat, sebagian lain tidak percaya atas berbagai dugaan ini. Sosok TGB justru selama ini selalu memberi warning kepada jajarannya untuk  berhati-hati mengelola anggaran.

Mantan Wakil Gubernur NTB H. Muhammad Amin juga berkomentar. Sebagai orang yang lima tahun mendampingi TGB, ia mengatakan integritas seorang TGB tidak perlu diragukan.” Saya tidak yakin TGB terima uang gratifikasi. Integritas beliau pimpin NTB sangat luar biasa tingginya, beliau malah yang selama ini konsisten berantas KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, red),” ujar Amin.

Politisi Partai Nasdem ini menegaskan sangat mengetahui seluk-beluk semua proses divestasi. Sebelum menjadi wakil gubernur, Amin adalah Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa dua periode (1999–2004 dan 2004–2009). Setelah itu ia menjadi anggota DPRD NTB Periode 2009–2013. “ Gak ada itu gratifikasi. Proses divestasi itu bukan hanya membutuhkan persetujuan eksekutif, tapi juga legislatif. Gak ada kok yang tawarkan uang dalam prosesnya,” ungkap Amin.

Amin yang sangat mengetahui proses divestasi dan mengenal baik TGB, justru mempertanyakan apabila ada dugaan permainan uang. “ Pihak swasta juga gak ada yang tawarkan uang,” tegasnya kembali.

Hal yang harus diketahui juga lanjut politisi ini, pemberantasan korupsi merupakan salah satu prioritas utama TGB-Amin selama memimpin NTB. “ Kita lihat saja kualitas beliau (TGB). Direktif beliau sangat konsisten. Kami belajar banyak pada TGB. Apabila orang sehebat beliau diduga menerima gratifikasi, lalu bagaimana dengan pejabat lainnya yang biasa saja?” ungkapnya.

Meskipun begitu, Amin menghargai aparat penegak hukum. KPK maupun aparat lainnya tentu akan bekerja profesional. “Bukannya saya tidak percaya pada penegak hukum. Tapi saya yakin TGB konsisten. Gak percaya saya, kalau beliau lakukan semua itu. Saya yang dampingi beliau selama ini. Beliau gak pernah beri ruang untuk hal semacam itu,” terangnya.

Divestasi saham dilakukan jelasnya, karena amanah kontrak karya PT NNT. Kemudian prosesnya lebih cepat setelah ada sidang arbitrase. “ NNT itu berlokasi di NTB. Itu kesempatan kita untuk bisa dapat saham, walaupun dipekerjakan pihak ketiga. Jadi gak ada yang keliru,” tutup Muhammad Amin.(zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut