Ini Ciri-ciri Pelaku Perampokan Sadis di Toko Madu Kota Mataram

Total Kerugian Korban Sekitar Rp 500 juta

Ciri-ciri Pelaku Perampokan Sadis di Toko Madu Kota Mataram
DIRAWAT : Korban perampokan, Agus Salim, masih dirawat intensif di RSI Siti Hajar akibat luka bacok di bagian perutnya. (Ist for Radar Lombok)

MATARAM – Pihak kepolisian belum berhasil menangkap pelaku perampokan sadis di toko madu di Jalan Amir Hamzah Karang Bedil Kelurahan Mataram Timur yang terjadi siang hari Jumat lalu. Pelaku yang disebut berjumlah sekitar empat orang. “ Pelaku belum tertangkap. Tapi tetap kita kejar,’’ kata Kasubag Humas Polres Mataram AKP I Made Arnawa saat dikonfirmasi di Mataram kemarin.

BACA : Beraksi Siang Bolong, Perampok Gondol Rp 500 Juta

Polisi kabarnya sudah mengantongi ciri-ciri pelaku berdasarkan pendalaman kasus serta pemeriksaan korban dan saksi. Dua pelaku disebut betubuh pendek dengan rambut cepak. Sedangkan dua pelaku lainnya berpostur tingggi berbadan kurus dengan rambut cepak. Meski demikian petugas belum tidak bersedia menkonfirmasi apakah identitas keempatnya sudah diketahui atau tidak. “ Kalau ciri-cirinya sudah ada dan kita kantongi. Itu hasil pemeriksaan saksi yang sudah kita lakukan,’’ katanya.

Dua koran dalam kasus ini masing-masing Agus Salim (60) yang menderita luka sobek di bagian perut, dan Hj. Fadlun (70). Keduanya sudah dimintai keterangannya oleh petugas.

Pasa hari Jumat (10/11) siang sekitar pukul 10.40 Wita, toko madu didatangi kawanan rampok dengan berpura-pura menjadi pembeli. Pelaku terlebih dahulu melumpuhkan kedua korban dengan menyekap dan menutup mulut keduanya menggunakan lakban. Tangan mereka diikat menggunakan kabel setrika. Perut Agus Salim ditusuk menggunakan senjata tajam. Pelaku kemudian megambil gelang emas yang dipakai oleh korban. Selain itu, pelaku juga mengambil uang tunai sebesar Rp 320 juta. Sehingga total kerugian korban mencapai Rp 500 juta.

BACA JUGA :  Rampok Komplotan Astam Masih Berkeliaran

Sementara itu korban Agus Salim mengalami luka serius di bagian perut akibat tusukan senjata tajam pelaku dan saat ini masih dirawat di rumah sakit. “ Keluarga masih trauma,  kami serahkan semua ke aparat kepolisian,” kata Hj. Fadlun, Sabtu (11/11).

Ia mengaku disekap pelaku. Awalnya, pelaku datang berbelanja, selang beberapa menit pelaku berjumlah sekitar lima orang menggeluarkan senjata tajam dan langsung menyikap dirinya.” Saya pertama yang diikat. Ketika saya teriaki adik saya yang mau jumatan, langsung ditodongkan senjata tajam. Setelah diikat, saat mencoba minta tolong pelaku langsung menusuk bagian perut Agus,” tuturnya.

Saat ini Agus masih terkapar di ruang ICU RSI Siti Hajar.

Aksi perampokan siang bolong menjadi atensi DPRD Kota Mataram. Anggota Komisi I DPRD Kota Mataram H. Ehlas MH meminta aparat segera menindak pelaku. Daerah rawan selama ini harus menjadi atensi seperti di Jalan Amir Hamzah daerah pusat oleh-oleh, Jalan Panca Usaha dan lain-lain. “ Aparat harus tetap sigap, serta menempatkan personel lebih banyak lagi di beberapa titik rawan,” katanya.(gal/dir)