Infrastruktur Penunjang MotoGP Terus Dikebut

RAMPUNG: Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB, H Sahdan saat menujukkan bentuk homestay yang telah rampung dibangun dan siap ditempati atau disewakan di Lombok Tengah. (FAISAL HARIS/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Pembangunan berbagai proyek pendukung gelaran MotoGP 2021 seperti infranstruktur jalan bypass Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) menuju KEK Mandalika yang ditargetkan bisa rampung pada Agustus mendatang terus dikebut.

Kepala PUPR Provinsi NTB, H Sahdan, MT menyampaikan pembangunan proyek infranstruktur yang ditangani oleh Dinas PUPR untuk mendukung kesiapan gelaran motoGP 2021, sampai saat ini masih terus dikerjakan. “Jadi kalau dari PU sendiri ada beberapa sarana dan prasarana. Termasuk diantaranya akses jalan (bypass) BIZAM ke KEK Mandalika sepanjang 17,36 kilometer (Km). Itu sekarang progresnya sudah 16,4 persen, dari rata-rata tiga paket. Memang ada yang sudah 24 persen, 20 persen, dan juga ada yang 8 persen. Sehingga rata-rata ketiga paket ini kalau digabungkan sekitar 16,4 persen,” ungkapnya.

Atas capain tersebut, kata Sahdan, tentu sudah menunjukkan progres yang cukup baik. Apalagi dengan kondisi hujan yang saat ini masih terjadi. “Ini menunjukkan hal yang baik. Insya Allah, meski kondisi sedang hujan begini, tetapi naik terus progresnya,” ucapnya.
Ia juga berharap, setelah usai musim penghujan nanti, tentu pengerjaan proyek tersebut akan lebih maksimal. Pasalnya, para pekerja bisa bekerja siang dan malam. “Kami sangat berharap, besok kalau terang masuk pada musim kemarau, mereka bisa bekerja maksimal siang malam. Tapi dengan kondisi cuaca saat ini tetap kita selesaikan sesuai target Agustus sudah selesai,” ujarnya.
Proyek pembangunan jalan bypass BILZAM menuju KEK Mandalika, seperti diketahui dibagi menjadi tiga paket. Paket 1 dialokasikan anggaran dari APBN dengan pagu Rp 238,569 miliar lebih, paket 2 sebesar Rp 394,815 miliar, dan paket 3 sebesar Rp 180,555 miliar lebih.
Sedangkan untuk paket pengawasan teknik pembangunan jalan by pass BIZAM-KEK Mandalika dialokasikan anggaran dengan pagu anggaran sebesar Rp 9,376 miliar lebih. “Karena tidak banyak tersisa yang belum dikerjakan. Ada yang 4 Km, ada yang 7 Km. Tapi ini dibagi-bagi dengan istilah keroyokan ini istilah saya itu ya. Jadi tidak begitu khawatir kita dengan pekerjaan yang sekian itu. Karena tinggal penyedia ini, Insya Allah akan selesai sesuai target,” tegasnya.
Selain jalan by pass tersebut, lanjut Sahdan, ada ruas jalan lain yang juga ditangani oleh Pemprov NTB yang dibiayai oleh pemerintah pusat. Hal ini tertuang dalam surat perintah Gubernur NTB, yaitu ruas jalan di dekat Sirkuit MotoGP yang menghubungkan antara kawasan Kuta menuju Kecamatan Keruak, Lombok Timur.
“Nama ruasnya itu Kuta-Keruak, dengan sekmennya itu dari Masjid Nurul Bilad Mandalika Kuta ke arah Sunggung, kemudian ketemu dengan jalan baru by pass BIZAM menuju KEK Mandalika dengan panjang 54 Km. Tapi sampai saat ini belum jelas dari mana uangnya untuk dibangun jalan itu,” tuturnya.

Tetapi lanjutnya, Gubernur NTB telah menggusulkan pendanaan untuk mengerjakan ruas jalan tersebut melalui Pemulihan Ekonomi Nasional (PAN). Sehingga pihaknya berharap segera bisa terealisasi. Soal berapa jumlah anggaran dana yang dibutukan, kata Sahdan, sekitar Rp 141 miliar. Karena jalan yang akan dibangun dua jalur itu ada empat lajur. “Jadi kita bikin jalan ini dua jalur empat lajur,” ungkapnya.

Sementara untuk proyek jalan pendukung lainnya, seperti jalan Lembar menuju Gili Mas dengan panjang sekitar 7,5 Km, saat ini sudah ada titik terang untuk segera dikejakan dengan sumber dana dari PAN Kementerian PU, dengan jumlah anggaran sekitar Rp 56 miliar. “Insya Allah tahun ini sudah bisa dikerjakan. Karena baru kita dapat kabarnya. Tapi nanti yang kerjakan adalah Kementerian PU. Soal dananya sudah ada dari PEN, moga-moga tidak meleset,” terangnya.
Sedangkan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Mandalika, lanjutnya, saat ini sudah on progress kontrak multi years selama dua tahun. “Dan Insya Allah nanti akan selesai tepat waktu. Baik yang dihandle oleh BWS maupun yang dipegang oleh Kemeterian PU,” ungkapnya.

Selanjutnya pembangunan proyek untuk infrastruktur sampah di TPA Pengengat Lombok Tengah, saat ini juga sudah on progres. Dimana sekarang sudah mencapai 50 sekian persen progresnya yang kontrak dari 2020 sampai 2021. “Insya Allah nanti ini juga akan selesai tepat waktunya,” yakinnya.

Sedangkan untuk pembangunan proyek penyediaan perumahan, kata Sahdan, seperti homestay dan segala macam sudah selesai 100 persen. “Tahun ini kita belum tahu apakah ada tambahan atau tidak. Soalnya kita juga belum dapat kabar adanya penambahan itu,” ucap Sahdan.
Seperti diketahui, jumlah homestay yang sudah dibangun oleh Kementerian PUPR melalui Dinas PUPR Provinsi sebanyak 398 homestay yang telah siap ditempati dan disewakan. Dimana 300 homestay diantaranya berada di Lombok Tengah, tepatnya di daerah Kuta, Grupuk, Sukadana, dan Selong Belanak.

Sisanya sejumlah 98 homestay tersebar di Kabupaten Lombok Utara dan Tiga Gili Tramena (Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air). “Kita berharap homestay yang sudah dibangun Kementerian PUPR ini bisa bermanfaat, baik untuk pemilik rumah maupun pemerintah,” harapnya.

Sebelumnya, Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah saat mengadakan persiapan gelaran MotoGP merasa yakin, bawah gelaran skala internasional itu dapat terlaksana. “Pemerintah pusat selalu berkoordinasi mengenai persiapan yang telah kami lakukan dalam menghadapi MotoGP. Semua masih dalam rentang waktu yang direncanakan, dan semua on the track,” kata Gubernur saat mengikuti Rakor Pembahasan Isu dan Tindak Lanjut Pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Mandalika belum lama ini.

Gubernur optimistis bahwa Event MotoGP 2021 di Sirkuit Mandalika Kuta, Kabupaten Lombok Tengah, akan berlangsung pada bulan November 2021 mendatang. Hal ini dikarenakan jadwal SuperBike di Sirkuit Mandalika sudah rilis pada tanggal 8 November 2021.
“Kami sangat optimis, dan Menparekraf juga optimis. Apalagi Menteri kita juga sudah punya pengalaman di salah satu event dengan Dorna. Jadi dia (Sandiaga Uno) sudah berpengalaman dalam hal negosiasi dan jadwal superbike sudah keluar pada tanggal 8 November, dan pastinya jadwal MotoGP juga akan keluar pada bulan tersebut,” ujarnya.

Demikian antusias masyarakat menyambut MotoGP juga semakin besar. Hal ini dilihat dari banyaknya masyarakat yang sudah berinisiatif membangun homestay secara mandiri. “Apabila jadwal sudah rilis, pasti akan banyak masyarakat yang ikut serta mempersiapkan homestay maupun geliat pembangunan yang dilakukan masyarakat tidak bisa dibendung. Sehingga nanti dapat dilakukan campaign secara massif, baik itu di NTB maupun di seluruh Indonesia,” pungkasnya. (sal)