Industri Pariwisata NTB Mulai Bangkit

Pariwisata NTB
Pariwisata NTB

MATARAM Industri pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai menunjukan kebangkitan pascagempa bumi Juli 2018 silam. Mulai dibukanya jalur pendakian gunung Rinjani membuahkan hasil positif. Terbukti meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik untuk melakukan pendakian ke gunung Rinjani.

Di bukanya kembali jalur pendakian gunung Rinjani meski tidak diperbolehkan sampai ke Danau Segara Anak, namun tetap membuat antusias para pecinta wisata khusus tersebut. Kondisi tersebut tentu saja berdampak positif terhadap jumlah tamu yang menginap di hotel, termasuk transformasi dan akomodasi di NTB.

BACA JUGA: Rinjani Dibuka Kembali untuk Pendaki

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi NTB Anita Ahmad  optimis kunjungan wisatawan ke NTB akan terus meningkat. Melihat beberapa pariwisata mulai membaik pascagempa 2018 lalu dengan telah dibukanya salah satu icon pariwisata terkenal  di dunia yaitu jalur pendakian gunung Rinjani.

“Besar harapan kita dengan dibukanya ini bisa mulai orang datang lagi ke NTB, meski itu tidak bisa langsung berdampak dalam waktu sesaat,” kata Anita Ahmad, Rabu kemarin (19/6).

Menurut Anita, ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan untuk mendongrak kunjungan wisatawan ke NTB, tidak hanya sebatas pada dibukanya destinasi wisata gunung Rinjani. Mulai digencarkan lagi penyebaran promosi brosur penawaran wisata.

Anita menilai pariwisata di NTB saat ini sudah mulai menujukkan gaungnya, bahkan wisatawan yang datang tidak hanya wisatawan mancanegara saja, tetapi dari wisatawan domestik.

BACA JUGA: Catat, Dilarang Pacaran di Bukit Pergasingan

Selain itu, dalam waktu dekat ini akan ada kunjungan beberapa kepala sekolah dari Australia untuk melakukan studi banding tentang pendidikan dan kebudayaan di NTB. Mengingat banyak kebudayaan di NTB cukup menarik perhatian wisatawan menjadi daya tarik wisatawan.

“Besar harapan kita tidak hanya wisatawan datang kesini untuk berwisata tetapi juga seperti melihat bagaimana kondisi pendidikan di NTB dan mempelajari budaya,” ujar Anita.

Sementara itu, General Manager (GM) Hotel Santika Mataram Baharuddin Adam mengatakan, okupansi sebelum lebaran berada di atas 80 persen. Namun setelah lebaran Idul Fitri 1440 H, tingkat hunian malah menurun. Hal ini dikarenakan tren liburan yang mulai berubah. Dimana, wisatawan domestik lebih memilih untuk menikmati liburan di dalam daerah saja.

BACA JUGA: Tenda Pria dan Wanita di Rinjani Bakal Dipisah

”Sejak beberapa hari lalu okupansi kami sudah kembali pulih,” kata Baharuddin Adam.

Menurut Baharuddin, okupansi di Hotel Santika Mataram kembali pulih pasca hari kerja. Dimana, hampir seluruh meeting room terpantau penuh sejak beberapa hari kedepan nanti. Penuhnya kegiatan meeting room dan kunjungan tamu, Baharuddin optimis jika okupansi Hotel Santika bisa diatas 40 persen sampai satu bulan kedepan.

”Kita berharap penerbangan AirAsia Lombok-Perth bisa mendatangkan wisatawan lebih banyak daripada sebelumnya,” ujarnya. (cr-dev)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid