Indonesia Tersandera Konflik Sekretarian

KULIAH UMUM: Ketua Umum DPP PPP, Romahurmuziy saat memberikan kuliah umum di UIN Mataram, Jumat (17/3) kemarin (Yan/Radar Lombok)

MATARAM—Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia. Sehingga Inodnesia dinobatkan sebagai wakil negara dunia Islam, dengan jumlah penduduk pada urut nomor empat terbesar di dunia. Bahkan Indonesia merupakan satu-satunya negara berpenduduk muslim terbesar, namun paling demokratis.

Keunggulan-keunggulan itulah yang membuat Indonesia di mata dunia cukup disegani. Indonesia bahkan mampu tampil untuk ikut mempengaruhi percaturan politik dunia. Bahkan, dengan potensi yang dimiliki, Indoensia diyakini, akan menjadi salah satu negara di Asia yang tangguh secara ekonomi, bersama India, Cina, dan Jepang.

Tapi melihat kondisi saat ini, Indonesia, cukup lambat untuk melompat menjadi salah satu negara dengan kekuatan ekonomi yang tangguh, dibandingkan dengan negara-negara yang sudah disebutkan. Hal itu bisa terjadi, karena, bangsa Indonesia tersandera oleh konflik sektarian, dan prilaku moral bangsa yang diambang kebangkrutan.

Demikian dikatakan Ketua Umum DPP PPP, Romahurmuziy, ketika memberikan kuliah umum di kampus UIN Mataram, Jumat kemarin (17/3). “Kekuatan ekonomi kita masih di urutan 16 dunia, masih jauh dari potensi sebenarnya,” ujar Romi.

[postingan number=3 tag=”politik”]

Romi membeberkan beberapa hal yang mengakibatkan tersandera Indonesia bisa melesat jauh kemajuan ekonominya, yakni, bangsa Indonesia terlalu lelah untuk mengurus konflik.

Dikatakan, bahwa banyak pihak yang mengaku sebagai  komponen menjaga negara, tapi juga sekaligus merongrong negara. Sehingga, membuat lupa untuk menesejahterakan rakyat.

“Peran kita membuat negara ini lebih cepat melompat ekonominya, dan kita sering lupakan, bahwa agenda ekonomi ini bukan agenda Islam. Padahal itu adalah agenda utama Islam. Hal itu bisa dilihat dari pengikut terbanyak Rasul itu orang miskin. Jadi Rasul mengajak melakukan emansipasi,” ucapnya.

Ketua Umum DPP PPP inipun mengungkapkan, bahwa banyak para petinggi dinegara ini gemar mengumpulkan harta. Namun sangat sedikit yang ingin mendistribusikannya ke masyarakat kecil. Maka dari itu, kedepan, Islam harus memiliki agenda pembangunan ekonomi ummat.

“Yang bisa melakukan itu adalah, para agen-agen mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan tinggi di perguruan tinggi Islam. Jadi adik-adik, jangan hanya bercita-cita sekedar untuk menjadi  guru atau dosen, tapi enterpreuner,” serunya.

Ia pun  beharap, itu menjadi salah satu kurikulum wajib di perguruan tinggi. Jiwa kewirausahaan, harus diajari dan dipraktikkan. Karena, kewirausahaan buka hanya sekedar diajarkan, namun soal mengalami. Dengan demikian, Indonesia akan lebih cepat lagi melompat. Percepatan pertumbuhan, tidak cukup hanya lima persen. Tapi butuh 7 hingga 8 persen.

“Dan itu sangat mungkin, mengapa tidak,” pungkasnya. (yan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid