Indeks Pariwisata NTB Tidak Masuk 10 Besar Terbaik

Taufan Rahmadi

MATARAM—Anggota Tim Percepatan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Kementerian Pariwisata, Taufan Rahmadi mengungkapkan, tidak ada satu pun Kabupaten/Kota di NTB yang berhasil masuk 10 besar dalam indeks pariwisata terbaik tahun 2016.

Disampaikan, daerah yang masuk 10 besar indeks pariwisata terbaik yaitu Kota Denpasar pada urutan pertama, kemudian Kota Surabaya, Kota Batam, Kabupaten Sleman, Kota Semarang, Kabupaten Badung, Kota Bandung, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bantul. "Yang dari NTB tidak ada masuk, kita memang harus banyak berbenah kedepannya," terang Taufan kepada Radar Lombok, Selasa kemarin (6/12).

Pengumuman 10 besar indeks prestasi diumumkan oleh Kementerian Pariwisata dalam acara Rapat Koordinasi IV tahun 2016 yang dilaksanakan Selasa kemarin (6/12). Menteri Pariwisata Arif Yahya, langsung memberikan penghargaan kepada Bupati/Walikota yang masuk 10 besar indeks prestasi terbaik.

Terdapat berbagai kategori dalam penilaian indeks pariwisata. Secara umum mencakup empat aspek yaitu lingkungan pendukung bisnis, tata kelola pariwisata, infrastruktur pendukung pariwisata dan potensi wisata alam serta wisata buatan. "Yang perlu dibenahi di NTB manajemen di destinasi," kata Taufan.

BACA JUGA :  Triwulan IV Ekonomi NTB Diproyeksikan Tumbuh Positif

Manajemen destinasi yang dimaksud, seperti memperkaya atraksi di obyek wisata. Selain itu amenitas juga harus dilengkapi seperti toilet, kebersihan obyek wisata, sarana dan prasarana pendukung, serta berbagai hal yang memudahkan wisatawan ketika berada di obyek wisata.

Terpisah, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD), Yusril Arwan menjelaskan, Kota Mataram tidak bisa masuk 10 indeks pariwisata terbaik karena memang antraksi dan penataan obyek wisata masih minim. "Kita akui kelemahan kita, kedepan memang harus banyak berbenah," ucapnya mengakui.

Selama tahun 2016 misalnya, berbagai kegiatan telah didesain untuk memperkuat brand Kota Mataram sebagai tujuan wisata. Namun kendalanya memang masih banyak. "Kita sadari pariwisata ini sangat menunjang PAD, makanya kita harus berbenah. Tahun depan, kita akan selenggarakan kegiatan Mataram Lombok Great Sale di catur wulan pertama," katanya.

Untuk menuju Great Sale tersebut, Pemerintah Kota Mataram harus melakukan persiapan dan pembenahan. Terutama dalam hal penataan obyek-obyek wisata yang mengutamakan pemberdayaan masyarakat lokal. "Kita akan bentuk badan pengelola pariwisata nantinya, ini untuk akomodir masyarakat setempat juga," tutupnya. (zwr)