Imbau Pedagang Lewat Siaran Radio

RENTENIR: Selaku kepala Pasar Pagesangan, Nyoman Widana terus berusaha menghilangkan rentenir di pasar yang dipimpinnya.

Dimana-mana rentenir itu mencekik. Praktek rente paling subur ada di pasar. Karena kekurangan modal, para pedagang terpaksa meminjam uang dengan bunga yang mencekik. Di Pasar Pagesangan, pengelolanya berusaha memberantas rentenir.

 

 


ZULFAHMI-MATARAM


 

Nyoman Widana adalah kepala pasar yang baru di Pasar Pagesangan. Tugas utamanya tentu membuat pedagang dan pembeli nyaman bertransaksi di pasar.

Salah satu hal yang membuat Nyoman prihatin adalah keberadaan rentenir. Mereka biasa disebut bank subuh, bank selaq dan bank jalan. Keberadaan mereka justru mencekik pedagang lewat modus pinjaman. Karena putus asa tidak ada tempat pinjam modal, terpaksa sebagian pedagang minjam di rentenir dengan bunga yang besar.

[postingan number=3 tag=”features”]

Secara langsung, pengelola tidak bisa mencegah keberadaan rentenir. Yang bisa dilakukan pengelola adalah mengimbau pedagang untuk tidak pinjam uang di rentenir.” Saya selalu imbau agar pedagang tidak meminjam uang di rentenir,” terangnya kepada Radar Lombok (25/1).

Pengelola mengimbau pedagang untuk pinjam uang di bank resmi atau koperasi resmi dimana bunganya rendah.

Imbauan disampaikan lewat radio pasar yang dimiliki pengelola yang on air dari jam 8 pagi sampai jam 1 siang. “ kita imbau lewat radio,” ungkapnya.

Untuk mencegah secara langsung memang sulit. Pengelola pasar tentu tidak bisa melarang pedagang pinjam uang di orang-orang tertentu sesuai keinginannya. “ Biasanya mereka datang berbelanja sambil tawarkan pinjaman,” ungkapnya.

Jika pedagang sadar, Nyoman yakin praktek rente akan hilang. Salah satu solusi  terbaik agar bank subuh ini hilang adalah dengan mendirikan koperasi pasar. Lewat koperasi pasar pedagang akan lebih mudah mendapatkan pinjaman dengan bunga yang tidak mencekik.(*)