Ikut Berkompetisi Jadi Sekda, Idham Mundur dari Jabatan Plt Sekda Loteng

 H Lalu Idham Halid (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Setelah diumumkannya seleksi terbuka untuk pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama untuk Sekretaris Daerah Lombok Tengah. Kini para kandidat yang berencana maju sudah mulai bermunculan. Salah satunya Plt Sekda H Lalu Idham Halid.

Idham memastikan akan maju menjadi calon sekda dan sedang mengurus berbagai persyaratan dan surat pengunduran diri dari jabatannya saat ini. Hal itu dilakukan agar kedepan tidak ada tendensi atau permasalahan apapun. Terlebih sudah menjadi ketentuan bahwa dia harus mundur jika mencalonkan diri. “Jadi nanti kalau saya daftar, maka harus lepas itu (Plt Sekda) dan tidak ada masalah. Jadi sekarang masih sedang urus syarat- syarat supaya independensi, maka tidak masalah mundur. Jadi karena pendaftaran hingga 31 Mei dan syaratnya cukup banyak, maka saat ini sedang kita melengkapi syarat-syarat dulu,” kata Idham.

BACA JUGA :  Loteng Tak Serius Bangun BNK

Idham merinci beberapa persyaratan yang sedang dipersiapkan. Beberapa di antaranya surat keterangan bebas narkoba, surat keterangan catatan kelakuan baik, surat keterangan bebas dihukum atau pernah sebagai narapidana, dan berbagai persyaratan lainnya. Semua itu membutuhkan persiapan untuk segera diurus, termasuk surat pengunduran diri. “Untuk pendaftaran kita tunggu hari baiknya dan surat pengunduran diri (dari jabatan Plt Sekda, red) akan segera kita ajukan ke bupati,” bebernya.

Idham menambahkan, surat pengunduran diri sebagai Plt Sekda harus sudah ada saat mendaftar. Sehingga kedepan jabatan sekda akan kembali dipegang untuk sementara oleh Plt yang ditunjuk langsung oleh bupati. “Jadi siapa Plt-nya nanti kita serahkan ke bupati, karena dia yang menunjuk langsung,” tambahnya.

Disampaikan juga, jabatan sekda memiliki tanggung jawab yang cukup besar. Banyak tugas yang harus diemban dan diselesaikan. Seperti peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di daerah, termasuk untuk memperbaiki indek pembangunan manusia (IPM) dan angka kemiskinan yang dianggap masih cukup banyak. Semua itu tidak boleh luput dari perhatian. “Semua itu tugas sekda sebagai motor penggerak di organisasi birokrasi. Dan, bagaimana sinergitas antar-SKPD, maka tentu nanti ada rapat pimpinan (rapim) dan evaluasi. Maka 100 hari kerja bupati dan wakil bupati ini juga menjadi tanggung jawab dari sekda yang harus kita sukseskan secara bersama-sama,” tambahnya.

BACA JUGA :  Loteng Masih Kekurangan Guru

Idham menambahkan, berbagai terobosan sudah disiapkan jika ke depan diamanahkan memangku jabatan sekda. Namun yang terpenting saat ini adalah persiapan untuk menghadapi berbagai proses yang harus dilalui. “Insyaalah beberapa hari ini kita persiapkan persyaratan untuk melakukan pendaftaran dan tidak masalah untuk mundur dari jabatan saat ini,” tegasnya. (met)