Ikut Akreditasi, SMPN 2 Kuripan Berharap yang Terbaik

GIRI MENANG – Menyandang predikat A dengan nilai 87 persen dalam akreditasi tahun 2010 lalu, SMPN 2 Kuripan-Lombok Barat, kembali melakukan agenda akreditasi lima tahunan oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN), hari ini Selasa, (13/6). Kendati persiapan penyempurnaan akreditasi dimatangkan selama 3 bulan terakhir, SMP yang berlokasi di Desa Kuripan ini, memasang target peningkatan persentasi nilai akreditasi pada tahun 2017 ini.

Di sela-sela kesibukannya menyambut tim asesor, Kepala SMPN 2 Kuripan Darsiah, S.Pd mengatakan,  tahun 2010, sekolahnya mendapat nilai 87 persen. Artinya, bisa menyandang predikat A atau sangat baik. Saat ini, meskipun sudah melakukan persiapan sejak 3 bulan terakhir, namun masih tetap mematangkan proses akreditasi tahun ini. Maksudnya, agar memenuhi standar 8 indikator yang akan digarap asesor.

Selama persiapan kata Darsiah, pihaknya terus berkonsultasi dan dibina oleh Pengawas Bina SMP. Karena, meskipun sudah menyandang predikat A, tapi dia berharap ada peningkatan. Dari hasil EDS (Evaluasi Diri Sekolah), ada kenaikan hanya 8,04 persen sekalipun 94 persen. Sebab, jika bobot nilai berkurang sedikit saja dari hasil akreditasi tahun 2010, maka bisa disimpulkan adanya kemunduran selama proses 5 tahun terakhir. Untuk itu, sejumlah persiapan dimatangkan, agar saat akreditasi berlangsung saat ini, bisa meningkatkan persentase nilai. “Persiapan kami maksimalnya 3 bulan terakhir, karena walaupun hasil predikatnya sudah A, tapi bobot nilainya tidak boleh ada kemunduran. Mudah-Mudahan ada peningkatan,” harapnya.

BACA JUGA :  Puskesmas Mataram Sabet Akreditasi Madya

Mantan Kepala SMPN 3 Lembar ini menambahkan, penyempurnaan selama persiapan, fokus pada 8 standar, yakni standar isi, proses, kompetisi lulusan, Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK), sarana prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan standar penilaian. Karenanya, kegiatan siswa semisal ektrakurikuler, sekalipun menjadi penting peningkatan prestasinya. Disebutkan Darsiah, SMPN 2 saat ini, banyak mendulang prestasi tingkat kabupaten maupun provinsi. Prestasi ini diraihdari sisi akademik dan non akademik. Hanya saja, lanjut Darsiah, segala persiapan sematang apapun jelang akreditasi, masih ada saja yang kekurangan dan kendala. Kendala itu semisal adanya data-data yang terselip atau belum dirapikan seperti SK pengambangan maupun sejenisnya.

Setiap pemeriksaan asesor dan penilaian, kata dia, sedemikian detail dan objektif sebagai evaluasi lembaga pendidikan dari tahun ketahun. “Semua stdandar kita coba matangkan, walaupun saat digarap oleh tim asesor, ada saja kendala teknis, semoga saja penilaiannya hasilnya baik,” harap Darsiah optimis.

Sementara itu, Tim asesor BAN NTB, H Suhardi menyatakan, pihaknya hanya melakuklan visitasi atau pemotretan serta melihat kondisi yang ada, tetapi bukan mencari yang tidak ada. Suhardi mengajak semua, untuk bersama-sama melihat dan membuktikan 8 standar yang ada.  “Nanti kita bersama-sama melihat buktinya, apakah 8 standar sudah terkaper semua atau belum,” ajak Suhardi didampingi Hj Setiasih. Tim asesor kemudian melakukan penilaian proses. Salah seorang perwakilan guru, Haerani, langsung melakukan proses kegiatan belajar mengajar (KBM)-man () -03