Ika Suciwati Raih Penghargaan Best Paper

ASEAN Youth Cultural Exposure 2017
PRESTASI : Ika Suciwati saat presentasi di ASEAN Youth Cultural Exposure 2017 di Thailand berlangsung tanggal 15 hingga 19 Agustus 2017 lalu. (istimewa/)

BIMA – Ika Suciwati gadis asal Desa Tumpu Kecamatan Bolo Kabupaten Bima berhasil meraih penghargaan sebagai Best Paper pada ajang ASEAN Youth Cultural Exposure 2017 di Thailand.

Dalam kompetisi tersebut, mahasiswi Universitas Ahmad Dahlan sekaligus alumni SMAN 1 Bolo ini bertarung dengan 78 peserta dari beberapa Negara ASEAN. Kegiatan itu berlangsung tanggal 15 hingga 19 Agustus 2017 di Bangkok-Thailand.

ASEAN Youth Cultural Exposure 2017 merupakan kegiatan promosi budaya dan pariwisata Indonesia di mata ASEAN. Ika yang dihubungi Radar Tambora menuturkan, pada saat itu ia mempresentasikan paper yang berjudul Wonderful West Nusa Tenggara. Paper yang mempromosikan potensi kebudayaan dan pariwisata di NTB. Khususnya Rimpu dan Uma Lengge dari Bima di United Nation Convention Center Thailand.

Saat itu, Ika mengaku ia  tidak hanya mampu memukau dewan juri dengan kemampuan berbahasa Inggris serta prestasi-prestasinya. Namun, ia juga mampu meraih penghargaan sebagai best paper. “Para peserta mempresentasikan tentang potensi pariwisata, kesenian dan kebudayaan daerahnya. Ada beberapa peserta yang mempresentasikan tentang suku Badui, wonderful Kulon Progo,  Raja Ampat dan lainnya. Saya  mempromosikan potensi kebudayaan dan pariwisata di NTB khususnya Rimpu dan saya juga mempromosikan Uma Lengge dari Bima,” bebernya.

Lanjut Ika, setelah peserta presentasi, dilanjutkan dengan diskusi terbuka dan menjawab pertanyaan dari juri dan peserta lain. Hal itu dilakukan untuk menentukan penghargaan. Penilaian dilakukan oleh 3 orang juri dan pihak panitia. “Saya merasa terharu dan bangga dengan apa yang saya raih, tapi hal itu tidak membuat saya berbesar hati. Karena saya terus belajar dan belajar demi berguna untuk Nusa dan Bangsa, khususnya Bima tercinta. Semoga dapat memberikan contoh positif kepada kaum muda, khususnya di Bima-NTB bahwa kita sudah seharusnya peduli dengan warisan serta kebudayaan yang ada,” ungkapnya.

Menurutnya, NTB khususnya Kabupaten Bima memiliki potensi pariwisata dan kebudayaan yang cukup besar. Tinggal bagaimana mengelolanya bersama. Pada Kegiatan tersebut, ia mengaku belajar banyak hal tentang strategi pengembangan potensi pariwisata.   “Semoga pengetahuan yang saya miliki nantinya dapat bermanfaat untuk mengembangkan potensi pariwisata di Bima serta mendapat dukungan dari pemerintah,” ujarnya.

 Kegiatan yang juga berlangsung di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok ini juga memberikannya pelajaran yang sangat berharga tentang rasa nasionalisme terhadap tanah air. “Saya sangat terharu dan bangga, terutama ketika mengikuti upaca peringatan 72 tahun kemerdekaan Indonesia di KBRI Bangkok,” ujarnya.

Ia berharap tahun-tahun selanjutnya, NTB khususnya Kabupaten Bima dapat mengirim delegasi yang jauh lebih baik serta menoreh prestasi yang jauh lebih cemerlang. Selain itu, ia berharap pemerintah daerah khususnya dapat terus mendukung kreativitas anak – anak muda. Karena merekalah yang akan meneruskan roda pemerintahan nantinya. “Saya berpesan kepada anak – anak muda untuk giat belajar, terus bermimpi tinggi dan optimis,” pungkasnya. (yet)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid