IHGMA Gelar Kemah Bakti Destinasi

lombok wisata kemah
KEMAH BAKTI DESTINASI: Para General Manager (GM) Hotel yang tergabung dalam IHGMA NTB foto bersama masyarakat Dusun Aiknyet, Desa Buwun Sejati, ketika menggelar Kemah Bakti Destinasi, Sabtu dan Minggu kemarin. (SIGIT SETYO/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG—Sinkronisasi program-program kepariwisataan Provinsi NTB tahun 2017 mendatang, para pelaku usaha wisata perhotelan, khususnya para General Manager (GM) yang tergabung dalam Indonesia Hotel General Manager Assosiation (IHGMA) NTB, selama dua hari, 26 – 27 November kemarin, menggelar Kemah Bakti Destinasi di kawasan obyek wisata Aiknyet, Desa Buwun Sejati, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

“Kegiatan selain diikuti oleh para anggota IHGMA NTB, juga melibatkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB, dalam hal ini langsung dihadiri Kepala Disbudpar NTB, HL Moh. Faozal, dan juga Ketua Persatuan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) NTB, HL Abdul Hadi Faizhal,” kata Sekretaris IHGMA NTB, Wiwit, Minggu (27/11).

Menurut Wiwit yang juga GM Hotel Qunci Villa ini, pertemuan ini adalah untuk merumuskan berbagai program kepariwisataan yang telah dicanangkan oleh pihak pemerintah, dalam hal ini Disbudpar NTB, agar dapat sinkron dengan program IHGMA NTB. Sehingga program-program yang ditetapkan para GM Hotel se NTB ini juga bisa padu padan dengan program Disbudpar NTB. Termasuk tentunya program PHRI NTB.

Selain membahas berbagai program kepariwisataan lanjut Wiwit, kegiatan ini sekaligus dimanfaatkan para pelaku usaha wisata untuk melaksanakan clean up (aksi bersih) di obyek wisata, dengan melibatkan kelompok sadar wisata setempat (Aiknyet, red) dan masyarakat. “Harapannya, aksi bersih destinasi wisata ini bisa menjadi edukasi bagi masyarakat setempat, arti penting menjaga kebersihan di obyek wisata. Sehingga para tamu (wisatawan) yang berkunjung merasa aman dan nyaman,” harapnya.

Tak hanya itu, Kemah Bakti Destinasi yang merupakan program per semester (enam bulan) IHGMA NTB itu juga memberikan bantuan berupa puluhan paket peralatan menulis, mie instan, dan handuk kepada anak yatim, yang diserahkan oleh Ibu Darma Wanita Disbudpar NTB, dr Oxy Cahyo Wahyuni kepada Pengurus Pondok Pesantren Al-Kamal Narmada.

Sementara Kepala Disbudpar NTB, HL Moh. Faozal, menyambut positif kegiatan Kemah Bakti Destinasi yang digelar IHGMA NTB. “Pertemuan-pertemuan lebih awal untuk membahas program pariwisata NTB tahun 2017 ini, tentu sangat bagus. Karena berbagai program kepariwisataan yang dicanangkan, baik oleh pemerintah maupun swasta, akan menjadi padu dan sinkron,” tuturnya.

Hal ini sekaligus membuktikan, bahwa antara pemerintah dan para pelaku usaha wisata di NTB bisa bersatu padu untuk sama-sama membangun sektor kepariwisataan NTB yang lebih baik lagi kedepan. “Membangun dan mempromosikan sektor kepariwisataan di NTB itu tidak mungkin hanya dilakukan oleh pemerintah, dalam hal ini Disbudpar NTB saja. Tetapi juga harus melibatkan seluruh komponen masyarakat, mulai dari pelaku usaha wisata, keamanan, para tokoh masyarakat, agama, pemuda, dan lainnya,” jelas Faozal.

Kalau seluruh stakeholder pariwisata dan masyarakat saling bersatu seperti ini sambung Faozal, maka dia meyakini bahwa kesuksesan pariwisata NTB hanya soal waktu saja. “Kita punya SDM pariwisata yang berkompeten, dan kita juga punya keindahan SDA yang tidak kalah dengan daerah manapun di Indonesia. Termasuk keragaman dan keunikan seni budaya NTB yang merupakan peninggalan dan warisan tiga suku besar di NTB, Sasak, Samawa, dan Mbojo. Jadi kesuksesan program pariwisata NTB sebagai daerah tujuan wisata internasional hanya tinggal menunggu waktunya saja,” ujar Faozal.

Program pariwisata NTB tahun ini oleh pemerintah pusat ditargetkan sebanyak 3 juta kunjungan wisatawan. “Alhamdulillah, hingga November ini, NTB telah dikunjungin sebanyak 2,8 juta wisatawan. Hingga akhir Desember 2016 nanti, yang merupakan bulan ramai kunjungan wisatawan, karena ada hari-hari besar seperti Natal dan Tahun Baru. Maka target angka kunjungan 3 juta wisatawan kami yakini akan terwujud, bahkan mungkin lebih,” pungkas Faozal. (gt)