IGI Protes Dikbud NTB

Ermawati
Ermawati (Sudir/Radar Lombok)

MATARAM–Ikatan Guru Idonesia (IGI) NTB melayangkan protes terhadap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB. Protes itu terkait seleksi psikotes Calon Kepala Sekolah (Cakep), pengawas, calon kepala UPTD SMA/SMK.

Wakil Ketua IGI Regional Bali-Nusra, Ermawati mengatakan, sesuai surat edaran nomor 005/2600-pk/Dikbud, terkait psikotes tertanggal 3 Juli, di poin ketiga ada keharusan bagi peserta menggunakan baju embel-embel organisasi guru. Peserta diwajibkan menggunakan baju organisasi guru tertentu.

“Kita minta kepala Dikbud NTB tidak tidak  mnggunakan cara-cara  orde baru dalam menggunakan aturan. Jangan aturan dikalahkan oleh kebijakan,” ungkapnya, Selasa (4/7).

Sepatutnya DIkbud NTb disebut tidak menggunakan cara tersebut. Terlebih dalam proses seleksi tersebut semua anggaran yang digunakan memakai uang negara.

Hemat dia, guru-guru tersebut  adalah Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka tidak perlu digiring dan dibodohi. Pihaknya tidak sudi jika kalangan guru ASN ini ditekan dan diintervensi menggunakan seragam organisasi guru tertentu.

Dalam proses seleksi itu, jelasnya, sebaiknya guru ASN menggunakan seragam mereka sendiri. Bagi guru yang telah bergabung dengan organisasi guru tertentu tidak masalah menggunakan identitas organisasinya.

“Tapi jangan semuanya dipaksa menggunakan seragam organisasi guru tertentu dong,” kesalnya.

Sesuai amanah UUD 1945, bebernya, telah menjamin kebebasan berserikat dan berkumpul bagi warga Indonesia. Begitu juga dalam  undang-undang guru dan dosen.

‘’Saya berharap Kepala Dinas Dikbud NTB membaca aturan dan UU Guru dan Dosen agar lebih memahami aturan organisasi guru. Sehigga dalam mengambil kebijakan bisa dijadikan rujukan,’’ pungkasnya.

Kabid Ketenagaan Dinas Dikbud NTB, Aidy Furqon mengatakan, pihakya tidak mengharuskan guru menggunakan seragam organisasi guru tertentu. Yang benar adalah, setiap guru menggunakan seragam masing-masing.

“Tapi karena mayoritas guru bergabung dengan PGRI, maka yang kita sebut adalah PGRI,” ujarnya.

Ditegaskan, bagi guru yang bergabung dengan IGI atau organisasi guru lainnya hendaknya menggunakan seragam masing-masing. Ini dilakukan agar tidak bercampur dengan peserta umum.

Selain itu, jelasnya,  imbauan ini dikeeluarkan demi menghindari perjokian. Pihaknya ingin proses seleksi berlangsung bersih dan bisa dipertanggungjawabkan hasilnya. (dir)

BACA JUGA :  Antisipasi ATS, SMPN 1 Gangga Siapkan Langkah