IDI Salurkan Bantuan APD untuk Tenaga Medis

BANTUAN: Ketua IDI Kota Mataram, dr Rohadi, Sp. BS, menyalurkan bantuan alat pelindung diri (APD) kepada para tenaga medis.( SUDIR/RADAR LOMBOK)
BANTUAN: Ketua IDI Kota Mataram, dr Rohadi, Sp. BS, menyalurkan bantuan alat pelindung diri (APD) kepada para tenaga medis.( SUDIR/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Mataram, terus berupaya memfasilitasi tenaga medis yang tengah berjuang memberikan bantuan pengobatan kepada pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona. Salah satunya yakni terkait kebutuhan alat pelindung diri (APD). Mengingat ditengah pandemi virus corona (Covid-19) saat ini, tenaga medis merupakan salah satu ujung tombak.

Ketua IDI Kota Mataram, dr Rohadi Sp. BS mengatakan, ditengah keterbatasan APD, tenaga medis masih tetap semangat berjuang, membantu kalangan pasien. “Kalau soal APD stoknya memang menipis di masing-masing tempat pelayanan. Makanya kita tim medis ada gerakan mengupayakan secara formal lewat instansi masing-masing. Misalnya dari RS atau Puskesmas secara formal. Selain itu, ada dana dari IDI Cabang Mataram yang dibelikan APD untuk kawan-kawan tenaga medis,” katanya kepada Radar Lombok, Selasa kemarin (31/3).

Hal yang utama lanjutnya, yakni pengadaan masker standar, untuk dibagikan terutama kepada para dokter di pelayanan, sebagai bentuk kepedulian bersama. “Ini ikhtiar formal dan non formal kami, untuk  mensupport kawan-kawan tenaga medis,” ucap Rohadi.

Disampaikan, saat ini kawan-kawan tenaga medis melalui Sosmed telah melakukan sosialisasi secara massif ke masyarakat. Baik dengan menggunakan bahasa Sasak, sampai dengan bahasa formal (Indonesia), agar masyarakat sementara waktu diam dirumah. Sebagai langkah dan upaya pencegahan virus corona.

Beberapa APD yang diserahkan ke tenaga medis seperti di Puskesmas dan rumah sakit, seperti masker N-95 untuk tenaga dokter. “Sebagai gerakan moral dan aksi nyata mensupport kawan-kawan,” ujar Rohadi.

Saat ini, IDI sudah mengeluarkan imbauan Nomor 01/IDI/MTR/03/2020, yang diteruskan ke Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD, Puskesmas, pemilik klinik swasta, serta Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kota Mataram. Ada lima poin yang dilampirkan, salah satunya terkait tenaga dokter dan APD yang cukup, serta sesuai dengan standar.

Selain itu, juga memberikan jadwal istirahat yang cukup bagi tenaga dokter yang bertugas di lapangan, serta menghimbau masyarakat agar membantu tenaga medis, untuk mencegah penyebaran virus sesuai dengan imbuan dari pemerintah. Yaitu untuk sementara waktu tidak keluar rumah, kecuali ada kepentingan mendesak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, H Usman Hadi, mengatakan untuk tenaga medis yang saat ini tengah berjuang. Pihaknya mengakui sangat terharu, dengan tugas berat mereka saat ini. “Tenaga Medis di Kota Mataram juga mulai kreatif dan mandiri membuat APD,” katanya. (dir)