ICU Rumah Sakit di Kota Mataram Hampir Penuh

Ruang Intensive Care Unit (ICU) di rumah sakit di Kota Mataram hampir penuh. (ist)

MATARAM – Jumlah ketersediaan tempat tidur pasien Covid-19 di 16 rumah sakit di Kota Mataram semakin menipis.
Kondisi ini imbas dari dari jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terus meningkat. Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) 16 rumah sakit di Kota Mataram mencapai 52 persen. BOR rumah sakit di Mataram ini sudah diumumkan saat rapat pembahasan penerapan PPKM level IV secara virtual dengan pemerintah pusat, Sabtu (24/7). ‘’Kita secara nasional BOR-nya masih 52 persen,’’ ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram, dr H Usman Hadi.

BOR rumah sakit di Kota Mataram ini masih di bawah nasional (60 persen). Juga masih di bawah standar WHO untuk BOR rumah sakit 60 persen. ‘’Masih di bawah nasional,’’ katanya.

Saat ini, tersisa 700 tempat tidur untuk ruang isolasi pasien positif Covid-19 di Kota Mataram. Baik untuk bed isolasi intensif maupun non intensif. ‘’Sekarang yang di rawat di ICU itu agak banyak lah,’’ terangnya.

BACA JUGA :  Pelebaran Jalan Pusuk Tuai Polemik, Bina Marga: Kalau Dianggap Merusak Pohon, Beri Kami Solusi

Kendati BOR rumah sakit masih aman, ruang intensive care unit (ICU) di rumah sakit di Kota Mataram hampir penuh. Kondisi ini perlu diperhatikan. ‘’Yang agak ramai itu untuk ICU. Semuanya (rumah sakit) se-Kota Mataram itu hampir penuh,’’ kata Usman.

Karena itu, ketersediaan tempat tidur rumah sakit akan ditambah. Penambahannya nanti dipersiapkan sampai 40 persen di 16 rumah sakit di Kota Mataram bik rumah sakit milik pemerintah maupun swasta. ‘’Itu puskesmas belum kita hitung. Belum juga yang rumah sakit darurat. Yang kita hitung hanya rumah sakit yang merawat itu,’’ jelasnya.

Petugas juga memperketat surat rujukan dari puskesmas ke rumah sakit. Tujuannya agar pasien tidak penuh di rumah sakit. Untuk pasien positif yang tanpa gejala disarankan untuk isolasi mandiri. Sedangkan yang memiliki gejala dipersiapkan untuk dirawat di rumah sakit. ‘’Kalau yang ada gejalanya harus dirawat di rumah sakit. Nanti puskesmas yang keluarkan rujukan,’’ pungkasnya.

BACA JUGA :  NTB Tunda Ekspor Kerajinan Ketak ke Arab Saudi

Plt Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, Lalu Martawang mengklaim BOR RUSD Kota Mataram masih aman. ‘’Sampai pagi ini, BOR rumah sakit kita (RSUD Kota Mataram) masih 40,8 persen. Jadi masih aman. Tapi yang 52 persen tadi itu disampaikan secara keseluruhan rumah sakit di Kota Mataram. Masih aman kita di RSUD,’’ katanya.

Kemudian tentang ICU rumah sakit yang hampir penuh, Martawang mengatakan cukup lumrah banyak pasien dirawat di ICU. ‘’Namanya juga ICU kan. Yang masuk ICU itu tidak hanya yang covid, semua yang masuk di situ kita pakai zona. Ada hijau, orange dan merah. Yang merah sudah terkonfirmasi covid. Lalu yang hijau yang aman. Terus yang orange masih dalam proses keluar hasil swab atau PCR-nya,’’ ungkapnya. (gal)