Ibu Rumah Tangga Dihimbau Bijak Berbelanja

MATARAM—Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTB menggelar edukasi pengelolaan keuangan dan mewaspadai investasi bodong bagi organisasi wanita Provinsi NTB di Gedung Serba Guna Bank Indonesia, belum lama ini.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB, Prijono mengatakan, para ibu-ibu memiliki peran strategis dalam mengelola keuangan keluarga. Dimana ibu-ibu sebagai ibu rumah tangga langsung berhadapan dengan masalah kebutuhan sehari-hari dan berbelanja kebutuhan rumah tangga.

“Kaum ibu-ibu kita himbau untuk lebih bijak dalam berbelanja, agar tidak jor-joran berbelanja. Belanja sesuai kebutuhan bukan keinginan,” kata Prijono di sela-sela edukasi pengelolaan keuangan dan mewaspadai investasi bagi organisasi wanita Provinsi NTB.

Hadir pada acara tersebut Sekda NTB, Dr. H. Rosiady Sayuti, Ketua BKOW NTB, Hj Syamsiah Muh. Amin, Kepala OJK NTB, Yusri, Kepala Dinas Pertanian dan TPH NTB, H. Husnul Fauzi dan Kepala Biro Ekonomi Setprov NTB, Dr. H. Manggaukang Raba serta ratusan ibu-ibu.

Menurut Prijono, peran ibu rumah tangga sangat penting dalam mensukseskan program pemerintah yakni menekan inflasi. Peran para ibu dalam menekan inflasi daerah sangat penting dengan cara belanja secara bijak dimana membeli sesuai kebutuhan. “Bukan berarti menahan ibu ibu berbelanja konsumtif, tapi lebih bijak dalam belanja,” ujarnya.

BACA JUGA :  86 Rumah Warga Sembelia Dilaporkan Rusak

Sebelumnya, Sekda NTB. Dr H. Rosiady Sayuti mengatakan, pengelolaan keuangan yang baik akan memberikan dampak positif bagi inflasi daerah.

“Salah satu faktor penyebab inflasi itu adalah ketika ibu-ibu berbelanja secara emosional. Yang tidak dibutuhkan mereka beli. Kalau pengelolaan keuangan ini ibu-ibu kuasai dan dipraktekkan dengan baik, maka saya yakin inflasi akan terkendali dengan baik,” kata Rosiady.

Karena itu, Rosiady berharap agar organisasi wanita maupun kepala SKPD untuk memahami pengelolaan keuangan yang baik dan dipraktekkan di kehidupan sehari-hari. Karena kalau semua pihak berbelanja dengan bijak dan sesuai kebutuhan maka tidak ada istilah tingginya inflasi. “Ibu rumah tangga memiliki peran strategis dalam membangun ekonomi daerah,” ujar Rosiady yang juga sebagai Ketua TPID NTB.

Sementara itu, Hj. Syamsiah Amin juga mengingatkan masyarakat perlu mewaspadai praktek investasi bodong yang terjadi di masyarakat. Investasi yang tidak memiliki izin tersebut sangat merugikan masyarakat. “Investor bodong tersebut selalu mengumpulkan uang masyarakat, dengan janji dikembalikan dalam  jumlah besar,” ucapnya. (luk)