HUT KLU ke-11 Tetap Dirayakan

HUT-KLU
MERIAH: Peserta pawai alegoris di sepanjang Lapangan Umum Tioq Tata Tunaq pada HUT Dasawarsa KLU, 21 Juli 2018. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG — Kabupaten Lombok Utara (KLU) merupakan daerah paling parah terdampak gempa pada Juli-Agustus 2018. Belum tuntas rangkaian HUT Dasawarsa waktu itu, KLU diguncang gempa bermagnitudo 6,4 pada 29 Juli. Kemudian berlanjut pada 5 Agustus dengan magnitudo 7 dan 19 Agustus dengan magnitudo 7. Ratusan nyawa melayang dan infrastruktur se-KLU rusak parah dan kini masih dalam tahap pemulihan pascagempa.

Kini KLU akan berumur 11 tahun pada 21 Juli sebagai daerah otonomi. Lantas, apakah di tengah suasana pemulihan ini HUT akan tetap dirayakan? Sekda KLU, H Suardi mengatakan akan tetap merayakan HUT KLU ke-11. “Peringatan HUT KLU ke-11 akan tetap kita laksanakan. Kita sudah membentuk kepanitian. Yang menjadi ketua panitia yakni Kepala Disbudpar Vidi Ekakusuma,” ungkap Suardi, Jumat (28/6).

BACA JUGA: Produk KLU Harus Dimaksimalkan Pemasarannya di Tingkat Lokal

Yang namanya HUT kata dia, tentu harus dirayakan meskipun kondisi sekarang ini masih tahap pemulihan pascagempa. Pihaknya tidak ingin terus-terusan diselimuti duka. Maka dari itu, panitia harus bisa mengemas, bagaimana bisa membangkitkan semangat masyarakat. “Maka kita harus maksimal melaksanakan,” imbuhnya.

Ada beberapa rangkaian kegiatan HUT seperti tahun lalu, yaitu pawai alegoris, gerak jalan santai. Namun pawai tidak dilakukan di jalan utama, melainkan berputar di sekitar kantor halaman bupati agar tidak mengganggu pengguna jalan.

Pelaksanaan rangkaian HUT mulai 21 Juli dengan apel bendera kemudian berlanjut dengan berbagai kegiatan hingga 17 Agustus. “Rangkaian kegiatan ini harus semarak supaya bisa memberikan semangat,” harapnya. (flo)