Hujan Terjadi Hingga Bulan Oktober

Ilustrasi Hujan
Ilustrasi Hujan (SUMBER: Jpnn.com)

SELONG—Badan Meteorologi, Klimotologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi guyuran hujan masih akan terus terjadi di wilayah Lombok. “Kalau kita lihat di musim kemarau ini, potensi hujan akan masih terjadi hingga bulan Oktober. Sehingga bisa dipastikan dalam 2 hingga 3 hari ke depan masih akan terjadi lagi,” kata Deputi BMKG, Drs R. Mulyono Prabowo, di sela panen raya padi di Kotaraja, Lotim, Rabu kemarin (12/7).

Menurutnya, secara regional kondisi iklim tidak hanya terpengaruh akibat kondisi di wilayah setempat saja. Namun sebetulnya merupakan dampak dari kondisi yang ada di sekitarnya.

Artinya, kalau dilihat dari skala pengamatan meteorologi, di sebelah selatan saat ini ada sistem pusaran angin yang bisa mendorong angin laut ke arah daratan yang lebih jauh.

“Lombok Timur sebenarnya kalau dari Samudera Hindia berada cukup jauh. Tapi dengan adanya pusaran angin ini, akan mendorong aktivitas angin laut ke utara yang akan masuk ke wilayah Lombok Timur. Jadi saya tegaskan dalam 4 hari kedepan masih memungkinkan adanya potensi hujan. Tapi setelah itu akan mereda,” yakinnya.

Dengan penderitaan petani saat ini, dimana para petani jarang mendapat informasi terkait potensi iklim yang terjadi. Pihaknya berharap kedepannya para pekerja lapanga  yang berada di Stasiun Klimatologi Lombok Barat (Lobar) bisa memberikan informasi secepatnya ke instansi terkait, untuk kemudian bisa disebarkan kepada para petani.

”Sebetulnya sejak sebulan lalu sudah dilakukan, meskipun secara bertahap yang disampikan ke Dinas terkait di Kabupaten, yang kemudian bisa disampaikan ke petani,” akunya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Lombok Barat, Wakodim menegaskan, kalau setiap bulan pihaknya memberikan kondisi iklim, serta peluang iklim yang akan terjadi. Untuk bulan Juli memang ada peluang dalam satu bulan, minggu ini paling tidak masih ada hujan. Namun pada akhir bulan Juli hingga Agustus, peluang hujan akan berkurang sampai dengan Oktober.

“Jadi dengan adanya cuaca seperti ini, tentu sangat mengganggu terhadap pertanian. Dimana pada musim panen sangat dibutuhkan cuaca yang cerah, agar kualitas pertanian menjadi bagus,” jelasnya.

Disampaikan pula, pada bulan Juli ini merupakan puncak dari musim yang akan menuju musim kemarau. Artinya, potensi hujan yang terjadi saat ini akan terus berkurang, sehingga pada bulan Agustus nantinya potensi hujan bisa berkurang. ”Jadi puncaknya musim (hujan) ini sudah dekat, yang mana puncaknya pada bulan Juli dan Agustus, untuk selanjutnya disambut dengan musim kamarau,” tandasnya. (cr-wan)