HP Berbunyi, ABG Asal Lombok Tengah Urung Diperkosa

pelaku pemerkosaan
Hardi (IST/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Ini pelajaran bagi anak gadis dan orang tua. Jangan sampai membiarkan anaknya keluyuran sampai tengah malam. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Seperti yang menimpa Bunga, 14 tahun, asal Dusun Sempoja Desa Menemeng Kecamatan Pringgarata. Anak baru gede (ABG) ini nyaris saja diperkosa pemuda tanggung yang baru dikenalnya. Ceritanya berawal ketika korban merayakan tahun baru 2018 bersama temannya FW. Kedua gadis belia menikmati malam pergantian tahun itu di bundaran Gerung Lombok Barat.

Setelah puas melihat pemandangan pergantian malam tahun itu dengan taburan kembang api. Korban kemudian bertemu dengan teman FW bernama Hardi, 19 tahun dan Rahman. Keduanya berasal dari Dusun Darek Desa Menemeng, tak jauh dari rumah korban.

Setelah bercakap-cakap, korban dan FW pun sepakat untuk melanjutkan menikmati malam pergantian tahun itu ke Kota Mataram. Tetapi, korban dan FW tak lagi berboncengan. FW dibonceng Rahman, sementara korban dibonceng Hardi. Keduanya lantas pergi menikmati keindahan malam itu ke Taman Sangkareang Kota Mataram.

Belum puas semalaman di taman jantung kota provinsi itu, korban dan Hardi kemudian melanjutkan perjalanan. Mereka masih keliling di seputaran Kota Mataram. Setelah pukul 2. 30 dini, barulah keduanya pulang lewat Narmada Lombok Barat. Hingga kemudian tembus ke jalan Desa Bagu Kecamatan Pringgarata, dengan maksud keduanya akan pulang.

Sesampainya di perbatasan antara Desa Bagu dan Menemeng, niat jahat Hardi pun muncul. Di jalan sepi itu, ia meminta korban turun dari motornya. Tetapi, korban mencoba menolak perintah Hardi. Sehingga Hardi pun mendorong korban hingga terjatuh.