Honorer Pembunuh Istri tak Alami Gangguan Jiwa, Dijerat Pasal Berlapis

PEMBUNUHAN : Jajaran Polres Lombok Timur saat menggelar jumpa pers terkait penanganan kasus pembunuhan suami terhadap istrinya di Dusun Ketangga Kelurahan Kembang Sari Kecamatan Selong. (M. Gazali/Radar Lombok)

SELONG – Polres Lombok Timur telah mengungkap kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Muhammad Nurul Anwar (30), terhadap istrinya Lilis Sukmawati (30) di Lingkungan Ketangga Kelurahan Kembang Sari Kecamatan Selong tanggal 20 Juni lalu. Pelaku tega menghabisi nyawa istrinya karena alasan tertekan oleh utang. Pelaku adalah seorang honorer di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lombok Timur. Atas perbuatannya itu pelaku dikenakan pasal berlapis. Dari  hasil pemeriksaan psikologi, tersangka ini dipastikan tidak mengalami gangguan jiwa.

Hal tersebut Wakapolres Lotim Kompol Raditya Suharta saat konferensi pers, Selasa (9/7). “ Pelaku tega menebas kepala, leher, dan tangan istrinya setelah emosi memuncak akibat sakit hati atas hinaan terhadap orang tua pelaku yang dilontarkan oleh korban. Pelaku kemudian ditangkap kurang dari 24 jam setelah kejadian, ” terang Raditya

Baca Juga :  Ada Vaksinasi untuk Pemohon SIM

Tersangka diancam dengan pasal berlapis, termasuk pasal 44 ayat 3 UU nomor 23 tahun 2024 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), juncto pasal 340 KUHP tentang pembunuhan dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana mati, serta pasal 338 KUHP yang mengatur pidana penjara paling lama 15 tahun. Motif pembunuhan tersebut diduga berasal dari masalah keuangan dan emosi pelaku yang terpicu setelah korban menghina orang tua pelaku. Pelaku juga meminjam parang dari tetangganya untuk melaksanakan aksi kejinya tersebut. ” Hasil pemeriksaan psikologis menunjukkan bahwa pelaku tidak mengalami gangguan jiwa,” imbuhnya.

Baca Juga :  Luas Lahan Kawasan Rinjani yang Terbakar Capai 900 Hektar

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti di tempat kejadian, termasuk parang yang digunakan untuk membunuh, serta sepeda motor yang digunakan pelaku untuk melarikan diri. Saat ini, penyidik masih melakukan koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk proses pemberkasan dan rencana persidangan tahap pertama. ” Pendalaman lebih lanjut masih terus dilakukan untuk memastikan bahwa penanganan hukum terhadap kasus ini sesuai dengan konstruksi hukum yang berlaku,” tandasnya.(lie)

Komentar Anda