HMI NTB Dukung Zero Waste

HMI juga ikut mendukung program Zero Waste yang dicanangkan Pemprov NTB. (diskominfotik)

MATARAM—Dukungan pada program unggulan pemerintah daerah dalam memerangi sampah datang pula dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Setelah banyak pihak antusias mendukung, giliran HMI sebagai organisasi yang memiliki kapital social besar untuk menggerakkan masyarakat memulai gaya hidup bebas sampah.

Ketua Bidang Lingkungan HMI Cabang NTB, Rahmad Ramdani mengatakan, Indonesia Bebas Sampah  2025 dimulai dari Badko (Badan Koordinasi) Nusa Tenggara. Selain mendukung program Zero Waste pemerintah daerah, pola bank sampah dinilai efektif sebagai kampanye bebas sampah di masyarakat. Menurutnya, program bank sampah juga sudah banyak dikenal dan dilakukan oleh masyarakat NTB untuk tujuan mengurangi, memakai ulang dan mendaur ulang sampah.

“Kita akan lakukan secara bertahap. Langkah awal merubah mindset dengan pendekatan bank sampah. Nanti bisa saja melibatkan masyarakat sekitar dengan sistem bank sampah komersial tapi kita ingin tahu dulu respon kader kita”, jelasnya di acara Pelatihan Pengelolaan Bank Sampah dan Pendirian Bank Sampah HMI Cabang NTB se Badko Nusa Tenggara di Gedung Sangkareang, komplek Kantor Gubernur, Kamis (17/10/2019).

Untuk itu, program besar itu dimulai dengan memberikan pelatihan pengelolaan sampah dan pendirian bank sampah di setiap Badko. Potensi kader HMI yang besar dikatakannya menjadi semangat untuk berbuat. Semua kader berhimpun di 227 cabang HMI se Indonesia dan dalam 20 Badko untuk Nusa Tenggara.

Seperti dikatakan Ketua Umum PB HMI, Respiratori Saddam Al Jihad, setiap anggota HMI harus memiliki kesadaran lingkungan yang baik. Sebagai gerakan sosial, program Bank Sampah di setiap Badko HMI se Indonesia diharapkan mampu membuat perubahan.

“Itu sebabnya gerakan ini harus dimulai dari Badko agar berkelanjutan. PB HMI tentu sudah memiliki rencana besar dalam mendukung Indonesia Bebas Sampah 2025 tapi Badko lebih memiliki peluang untuk melakukan aksi nyata di masyarakat,” jelas Respiratori.

Nantinya, setelah berjalan dengan baik di tingkat Badko, akan mudah melakukan alih teknologi dan konsep lingkungan lainnya karena HMI juga memiliki cabang di luar negeri dan kader yang mumpuni di bidang lingkungan hidup. Tidak hanya soal politik dan lainnya, sebagai organisasi besar, HMI memiliki infrastruktur dan sumber daya manusia yang baik. “Merubah perilaku adalah langkah pertama HMI”, tutup Ketua HMI periode 2018 -2020.

Pelatihan pengelolaan sampah dan manajemen bank sampah itu menghadirkan Syawaludin, Kepala Bank Sampah NTB, Dr Nourizal Tahir, Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan pegiat bank sampah. Dihadiri pula oleh kepala dinas LHK Ir Madani Mukarom.

Dalam sambutannya, Dr Nourizal Tahir mengapresiasi masyarakat yang ikut berperan mendukung program pembangunan dengan Visi NTB Gemilang yang mengusung program unggulan Zero Waste dalam RPJMD pemerintahan Zul – Rohmi. “Mahasiswa juga harus bergerak nyata dalam isu lingkungan”, ujarnya. ([email protected])