HM Syafruddin Tunggu Perintah Partai

MATARAM—Pertarungan menuju suksesi Pilkada NTB 2018 kian hangat. Figur berbagai kalangan sudah menyatakan kesiapan bertarung dalam memperebutkan kursi NTB 1 dan NTB 2. Mulai dari politisi, pengusaha dan lainnya.
Anggota DPR RI dapil NTB, HM. Syafruddin (HMS) mengatakan, maju atau tidak dalam pertarungan dalam pilkada NTB sangat tergantung keputusan partai. " Saya terserah partai," katanya, kepada Radar Lombok, Senin kemarin (31/10), di Mataram.

Ia mengatakan, sebagai kader taat dan loyal, ia menyerahkan keputusan tersebut kepada partai. Ia sepenuhnya akan melaksanakan apapun menjadi keputusan dari partai.

Ia mengaku, tak bakal ngotot jika nanti partai tidak tidak memerintahkan dan menginstruksikan diri maju dalam bursa pencalonan di pilkada NTB. Kendati demikian, ia mengaku, sudah banyak aspirasi dan dukungan dari konstituen meminta dirinya maju dalam perebutan kursi NTB 1 dan NTB 2.

"Semua kita tampung dululah," sambungnya.

Walaupun begitu, ia menghargai dan menghormati aspirasi dan dukungan tersebut. Menurutnya, dalam politik banyak hal yang perlu dipertimbangkan dan ditelaah. Sehingga dirinya pun tak bakal gegabah dalam memutuskan maju atau tidak dalam pencalonan di pilkada NTB.

Apalagi mengingat, relatif pilkada NTB masih berlangsung dua tahun lagi. Sehingga dinamika politik pun masih bakal berlangsung sangat dinamis.

Ia pun masih fokus dan berkonsentrasi dengan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota Komisi I DPR RI. "Saya tak mau latahlah terkait pilkada NTB," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPW PAN NTB, Muazzim Akbar mengatakan, HM Syafruddin salah satu kader terbaik dimiliki PAN berpotensi didukung dan diusung dalam Pilkada NTB. Ia menegaskan, dalam pilkada PAN akan memprioritaskan kader terbaik untuk diusung. Asalkan, kader itu memiliki elaktabilitas, kapasitas, kompetensi, modal sosial dan modal politik.

Ia menilai, HM Syafruddin sudah memiliki hal itu. Sehingga sangat layak didukung dan diusung dalam pilkada NTB. "Persyaratan sudah dimiliki Pak Syafruddin," ungkapnya.

Kendati begitu, ia mengatakan, partai memiliki prosedur dan mekanisme dalam mengusung pasangan calon di pilkada. Misalnya, dimulai dari adanya penjaringan, survei elaktabilitas, dan sangat tergantung dari parpol mitra koalisi. Pasalnya, PAN tidak memiliki raihan kursi cukup dalam mengusung pasangan calon di pilkada NTB. (yan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid