Hiswana Migas Dukung 1 Desa 1 Pangkalan Agen LPG

TABUNG LPG: Tampak tumpukan tabung LPG 3 Kg di salah satu pangkalan yang siap untuk diisi, dan didistribusikan.

MATARAM—Masih seringnya terjadi kelangkaan tabung gas LPG ukuran isi 3 kg atau lebih dikenal dengan sebutan gas ‘Melon’ yang merupakan gas program subsidi pemerintah tersebut, menjadi perhatian Hiswana Migas Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Ketua Hiswana Migas Provinsi NTB, Mahendra Gandhi mengakui jika pendistribusian penjualan LPG 3 KG subsidi tersebut belum merata hingga pelosok pedesaan di Pulau Lombok. Lantaran masih terbatasnya pendistribusian, karena jumlah agen penjualan yang lebih tersentral di pusat kecamatan menyebabkan seringnya terjadi kelangkaan gas ‘melon’ tersebut.

“Salah satu cara mengurai masalah distribusi yang merata sampai ke pelosok adalah memperbanyak agen di setiap desa,” kata Gandhi, Selasa kemarin (7/3).

Terlebih adanya program dari Pertamina di NTB telah mencanangkan program ‘Satu Desa Satu Agen LPG 3KG’ akan menjadi perhatian dari Hiswana Miga. Bahkan, Hiswana Migas sebagai mitra dari Pertamina akan mengkawal dan mensukseskan target 1 Desa 1 Agen penjualan LPG.

“Kami selaku pengusaha akan sudah barang tentu akan mensukseskan untuk membentuk agen di setiap desa/kelurahan,” kata Gandhi.

[postingan number=3 tag=”lpg”]

Gandhi menyebutkan bahwa saat ini jumlah agen yang tersebar di Pulau Lombok di lima kabupaten/kota khususnya agen LPG 3 kg baru sebanyak 34 agen. Jumlah tersebut tentu masih jauh dari kata ideal. Padahal, jumlah desa/kelurahan di Pulau Lombok lebih dari 500 desa.

Karena itu, kata Gandhi peran dari para pengusaha sangat penting dalam menyiapkan infrastruktur dalam hal ini penunjukan agen LPG 3 kg di setiap desa/kelurahan.

“Infrastruktur yang sangat berperan itu adalah agen. Porgram satu desa satu pangkalan akan menjadi prioritas pengusaha di Pulau Lombok,” ucap Gandhi.

Gandhi mengatakan, selama ini pangkalan agen LPG 3 kg hanya kumpul di Kota Mataram dan ibu kota kabupaten yang ada di Pulau Lombok. Sementara di itu Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Barat dan Lombok Utara, jumlah pangkalan agen masih sedikit. Akibatnya di beberapa daerah di Lombok tersebut sering terjadi kelangkaan, yang berujung pada tingginya harga jual melampaui harga eceran tertinggi (HET) kepada konsumen dalam hal ini masyarakat masuk kategori kurang mampu.

“Kita ingin memperbanyak pangkalan, agar masyarakat bisa dapatkan harga LPG 3 kg subsidi sesuai HET,” harapnya. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid