Hindari Pungli, Terapkan Sipinol dan Siperol

PELAYANAN: Dua orang pegawai pelayanan informasi PN Praya, tampak tersenyum di ruang pelayanan yang didesain seperi resepsionis hotel (DHALLA/RADAR LOMBOK)

Prestasi Pengadilan Negeri Praya cukup membanggakan. Pengadilan Negeri Praya ditunjuk sebagai salah satu pengadilan percontohan di NTB.

 


Dalaah-Praya


 

SUASANA Pengadilan Negeri Praya memang asri. Mulai dari halamannya yang cukup luas, penataan tempat parkirnya, sampai desain bangunanya yang terlihat mewah dan bersih. 

Memasuki pintu utama, pengunjung akan dihadapkan dengan pelayanan loker dan pelayanan informasi pengaduan. Semua ini untuk memudahkan interaksi sosial  di institusi itu. Pelayanan informasi misalnya, dilakukan agar pengunjung tidak bingung.   Mereka cukup bertanya kepada petugas yang siap  memberikan informasi bak pelayanan hotel.

Begitu juga dengan pelayanan loker di sebelahnya. Pelayanan ini dihajatkan untuk menghindari hubungan langsung antara para pihak dengan pegawai pengadilan. Maksudnya, untuk menghindari kemungkinan terjadi hubungan komunikasi yang tidak sehat alias memainkan perkara. ‘Makanya semua ini kita bangun dengan seksama dan pelayananya sudah lama kita terapkan,’’ ungkap Wakil Ketua PN Praya, Husnul Khotimah, Kamis kemarin (20/10).

Husnul lantas mengajak wartawan  keliling ke semua tempat pelayanan lainnya. Salah satunya adalah ruang sidang anak. Ruang sidang anak, jelasnya, memang ada di setiap pengadilan dan itu diharuskan. Tetapi, yang mendesain ruangannya agar tampak seperti ruangan permainan anak hanya di PN Praya. Sehingga anak menghadapi masalah hukum tidak canggung dan takut menghadapi perkara yang menjeratnya.

Kemudian beralih lagi ke ruang tahanan sementara pengadilan. Husnul mengaku menjamin kebersihan ruangan tersebut, terutama toiletnya. Pihaknya juga menempelkan poster dengan ungkapan kata-kata bijak, denga harapan si pelaku sadar. Pihaknya juga menyiapkan alat ibadah agar para tahanan bisa lebih tenang menghadapi kasusnya. ‘’Betah boleh di ruangan ini, tapi jangan terus-terusan. Harus kapok,’’ guyonnya.

Sebelumnya, Husnul juga menunjukkan pelayanan lainnya, ruangan ibu menyususi di lantai dua. Ruangan itu didesain khusus untuk ibu menyusui, baik pengunjung maupun  pegawai. Ruangan itu juga dilengkapi dengan alat permainan anak. Begitu juga ruangan tunggu anak. Kemudian ruangan tunggu publik yang dilengkapi televisi.

Selain itu, di tangga sebelah barat pengadilan setempat juga menyiapkan tangga khusus penyandang cacat. Kemudian toilet khusus bagi penyandang cacat juga. Nah, bangunan  itu dinyatakan sebagai salah satu faktor pendukung dalam memberikan pelayanan selama ini.

Untuk nonfisik dan substansi dari pelayanan, pihaknya sudah menyiapkan ‘sipinol’ dan ‘siperol’. Sipinol merupakan singkatan dari sistem pidana online dan siperol singakatn dari sistem perdata online. Kaitanya dengan akreditasi saat ini, kedua sistem ini sebagai nilai plus.

Kedua sisitem ini menyiapkan pelayanan berbeda. Untuk siperol menyiapkan pelayanan pendaftaran gugatan perkara, permohonan, dan upaya hukum seperti banding, kasasi dan peninjauan kembali (PK). Kemudian sipinol menyiapkan penggeledahan, hukuman, penyitaan, penahanan secara online. ‘’Kalau siperol bisa diakses semua lapisan masyarakat, terutama para pencari keadilan yang menjadi para pihak. Kalau sipinol ini bisa diakses kepolisian, kejaksaan, maupun kuasa hukum,’’ jelasnya. Misalnya, polisi ingin menyita atau menggeledah  suatu perkara. Mereka cukup menggunakan sistem  tersebut dengan melengkapi persyaratan yang  sudah di-scan. Nah, jika sudah lengkap ditandatangani, mereka tinggal mengambil keputusan itu ke pengadilan, atau bisa dikirim langsung. Jadi, kepolisian atau kejaksaan tidak perlu lagi repot bolak-balik mengurus persyaratan administrasi seperti itu. 

Tak hanya itu, kedua sistem ini juga memudahkan para pihak. Semisalnya pengacara yang berada di luar daerah, mereka tinggal berhubungan dengan sistem tersebut. Begitu juga dengan masyarakat yang ingin mengetahui perkaranya. Cukup  minta atau memasukkan nomor perkaranya. ‘’Ini bisa diakses kurang dari satu menit dan sudah jalan. Ini juga untuk menghindari pungli (pungutan liar, Red),’’ tegasnya.

Kata Husnul, semua pelayanan ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat. Di samping memang, PN Praya saat ini sedang dalam penilaian akreditasi. ‘’Hasilnya tinggal ditunggu saja, tapi sudah ada bocoran lho, hasilnya exellen (terbaik, Red). Dan di sini kita menerapkan motto kantorku surgaku,’’ tutupnya. (**)