Hindari Pungli, Inspektorat Diminta Tingkatkan Pengawasan

H Najmul Akhyar (HERY/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar mengakui di Lombok Utara masih banyak terjadi pungutan liar (pungli) di sejumlah tempat pelayanan. Oleh karena itu, pihaknya dalam setiap kesempatan selalu mengingatkan dan memberikan pengarahan supaya pungli yang telah jelas melanggar hukum itu ditiadakan. Dengan perbuatan pungli ini membuat pemerintah daerah kacau dan tidak berkah. “Kita mengakui di Lombok Utara masih banyak terjadi pungli. Makanya, saya dalam setiap kesempatan dan berbagai tempat selalu mengingatkan dan memberikan pengarahan  tidak boleh ada pungli yang membuat pemerintah kacau dan tidak berkah. Percuma banyak uang tapi tidak berkah,” tegas Bupati, kemarin (20/10).

Menurutnya, masih banyaknya terjadi pungli kebanyakan diinternal pegawai. Agar memberikan efek jera pihaknya akan memberikan sanksi tegas terhadap status kepegawaian bisa dilakukan melalui mutasi, seperti pelaksanaan mutasi kemarin banyak digeser karena telah melakukan pungli. “Internal kita punya persoalan pada pegawainya, dan perlu ditingkatkan pengawasan yang dilakukan inspektorat,” tandasnya.

karena pegawai itu bukan saja bekerja, melainkan harus bisa menjadi tauladan yang baik ditengah masyarakatnya. Selain itu, pihaknya juga telah mendeklarasikan Lombok Utara zona bebas koropsi dan pegawai harus melakukan fakta integritas. Bahkan, ia telah memanggil sejumlah SKPD yang berkaitan dengan pelayanan langsung ke masyarakat seperti Dinas Perhubungan Komunikasi dan Infomatika (Dishubkominfo) terkait pelayanan di pelabuhan. “Kita juga akan segera membuat surat edaran kepada seluruh SKPD dan sejumlah tempat,” tegasnya. (flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid